Riekha Pricilia

Perempuan, 21 Tahun

Riau, Indonesia

Tiga sifat manusia yang merusak adalah : kikir yang dituruti, hawa nafsu yang diikuti, serta sifat mengagumi diri sendiri yang berlebihan. <div style='background-color: none transparent;'></div>
::
PLAY
Faceblog-Riekha
Shutdown

Navbar3

Search This Blog

Memuat...

Jumat, 30 November 2012

PSIKOTERAPI


PSIKOTERAPI



PENGANTAR


    Aktivitas Klinisi --- dari riset di USA :
    - psychotherapy                 87%
    - Diagnosis/assessment             75%
    - Clinical supervision        67%
    - Consultation                           63%
    - Teaching                          55%
    - Administration                55%
    - Research                          53%



PENGERTIAN


Psyche  : mind / jiwa

Therapy : merawat, mengobati, menyembuhkan

Wohlberg :
Psychotherapy is the treatment by psychological means of the problems of an emotional nature in which a trained person deliberately establish a proffesional relationship with the patient with the object of :

-        removing, modifying or retarding symptom
-        mediating disturbed patterns of behavior
-        promoting positive personality growth and development

Corsini :
Proses interaksi formal 2 pihak (2 orang/lebih), bertujuan memperbaiki keadaan yang tidak menyenangkan (distres) pada salah 1 pihak karena tidak berfungsinya / ketidakmampuan pada fungsi kognitif, afeksi atau perilaku, dengan terapis berusaha mengembangkan memelihara atau mengubahnya dengan menggunakan metode2 sesuai pengetahuan & skill, serta bersifat profesional & legal

Ciri psikoterapi :
1.  Proses :  Interaksi 2 pihak, formal, profesional, legal, etis
2.  Tujuan : Perubahan kondisi psikologis individu -à  pribadi yang positif / optimal (afektif, kognitif, perilaku/kebiasaan)
3.  Tindakan, berdasar :
-        ilmu (teori2), teknik, skill yang formal
-        assessment (data yang diperoleh melalui proses assessment – wawancara, observasi, tes, dsb)

Tujuan terapi (Korchin) :
1.              memperkuat motivasi klien untuk melakukan hal yang benar
2.              mengurangi tekanan emosional
3.              mengembangkan potensi klien
4.              mengubah kebiasaan
5.              memodifikasi struktur kognisi
6.              memperoleh pengetahuan tentang diri
7.              mengembangkan kemampuan berkomunikasi & hubungan  interpersonal
8.              meningkatkan kemampuan mengambil keputusan
9.              mengubah kondisi fisik
10.       mengubah kesadaran diri
11.       mengubah lingkungan sosial

Dasar psikoterapi :
Manusia pada dasarnya bisa dan mungkin untuk dipengaruhi / diubah melalui intervensi psikologi yang direncanakan

Terapi -à efektif jika :
-        adanya pemulihan dalam hubungan interpersonal
-        adanya keterampilan coping yang lebih baik
-        pertumbuhan personal

Sejarah Psikoterapi :
Psikoterapi berawal dari upaya menyembuhkan pasien yang menderita penyakit jiwa
-        berabad-abad yang lalu
orientasi mistik -à upaya mengusir roh jahat dengan cara tidak manusiawi (mengisolasi, mengikat, memasung, memukul)
-        Philipe Pinel
Melakukan pendekatan bersifat manusiawi, yang berorientasi kasih sayang (love oriented approach) -à mendirikan asylum
-        Anton Mesmer
Mempergunakan teknik hypnosis  & sugesti, teknik hypnosis kemudian digunakan oleh Jean Martin Charcot
-        Paul Dubois
Merumuskan & menekankan peranan penting teknik berbicara (speech technique, talking cure) yang digunakan kepada pasien. Paul Dubois tercatat sebagai “The First Psychotherapiest
-        Joseph Breuer (senior dari Sigmund Freud) & Sigmund Freud
-        menggunakan teknik hypnosis & teknik berbicara dalam upaya menyembuhkan pasien2 histeria
-        Pada Breuer à talking cure dilakukan terhadap pasien dalam keadaan hypnosis
-        Pada Sigmund Freud à talking cure dilakukan terhadap pasien dalam keadaan sadar (à cikal bakal lahirnya psikoanalisis)



PSIKOTERAPI  &  KONSELING


Adanya pengertian & konsep yang tumpang tindih antara psikoterapi & konseling yang sulit dihindari, maka dewasa ini kedua istilah ini seringkali muncul bersama.
Namun secara umum, persamaan & perbedaannya dapat dilihat sebagai berikut :

Persamaan :
-        dasar : teori, metode & data ilmiah yang telah dikaji secara empirik (observasi, wawancara, test, teori2)
-        teknik2 ilmiah : pembicaraan, latihan2
-        aturan : biaya, waktu, tempat, alat2,

Perbedaan


Konseling

Psikoterapi
< intensif
> intensif
Preventif
Kuratif / reapartif
Fokus : edukasi, vocational, perkembangan
Fokus : remedial
Setting : sekolah, industri, social work,
Setting : rumah sakit, klinik, praktek pribadi,
Jumlah intervensi <
Jumlah intervensi >
Supportive
rekonstructive
Penekanan “normal”
/ masalah ringan
Penekanan “disfungsi” / masalah berat
Short term
Long term

Corsini :
Teknik2 / proses2 secara kualitatif sama, tetapi secara kuantitatif berbeda
Persentase waktu yang digunakan oleh konselor & psikoterapis dalam aktivitas profesionalnya :

Proses

Konseling (%)

Psikoterapi (%)


listening
20
60
questioning
15
10
evaluating
5
5
interpreting
1
3
supporting
5
10
explaining
15
5
informing
20
3
advising
10
3
ordering
9
1

Tahap-tahap psikoterapi :

1.   Wawancara awal
-        dikemukakan apa yang akan terjadi selama terapi berlangsung, aturan2, yang akan dilakukan terapi & diharapkan dari klien, kontrak terapeutik (tujuan, harapan, kapan, dimana, lama, keterbatasan, dll)
-        akan diketahui apa yang menjadi masalah klien – rapport, klien menceritakan masalah (ada komitmen untuk mengkomunikasikan), terapis & klien bekerjasama
2.   Proses terapi
-  mengkaji pengalaman klien, hubungan terapis & klien, pengenalan – penjelasan – pengartian perasaan & pengalaman klien
3.   Pengertian ke tindakan
-  terapis bersama klien mengkaji & mendiskusikan apa yang telah dipelajari klien selama terapi berlangsung, penngetahuan klien akan aplikasinya nanti di perilaku & kehidupan sehari-hari
4.   Mengakhiri terapi
-        terapi dapat berakhir jika tujuan telah tercapai, klien tidak melanjutkan lagi, atau terapis tidak dapat lagi menolong kliennya (merujuk ke ahli lain)
-        beberapa pertemuan sebelum terapi berakhir klien diberitahu à klien disiapkan untuk menjadi lebih mandiri menghadapi lingkungannya nanti


Keterampilan Terapis :

meliputi keterapilan dalam komunikasi verbal & non verbal

1.   Komunikasi verbal
 bahasa yang baik & dimengerti oleh klien
2.   Komunikasi non verbal
-        adanya kepekaan terapis dalam menggunakan ekspresi wajah, gerak tangan, ekspresi tubuh, nada suara
-        terapis mampu & tepat dalam mengartikan komunikasi non verbal klien

Komunikasi non verbal :
-        dalam menggunakan waktu
:  cepat/lambat menjawab, jumlah waktu yang digunakan, tergesa2/tidak dll
-        dengan menggunakan tubuh
:  kontak mata, ekspresi wajah, postur, gerakan2 dll
-        melalui suara :  nada, kecepatan dll
-        melalui penggunaan lingkungan
:  jarak, pakaian, posisi di ruang, dlL

Penggolongan psikoterapi -à 3 kelompok utama :

1.   supportive therapy
2.   reeducative therapy
3.   reconstructive therapy        (Lihat lampiran!)


0 Komentar: