Riekha Pricilia

Perempuan, 21 Tahun

Riau, Indonesia

Tiga sifat manusia yang merusak adalah : kikir yang dituruti, hawa nafsu yang diikuti, serta sifat mengagumi diri sendiri yang berlebihan. <div style='background-color: none transparent;'></div>
::
PLAY
Faceblog-Riekha
Shutdown

Navbar3

Search This Blog

Jumat, 13 April 2012

cara membuat recent post terbaru blogspot

kali ini share cara membuat recent post blogspot terbaru dan keren di blogspot serta mudah juga ringan untuk blog yang akan membuat sobat semua terpesona akan kemantapannya yang luar biasa,wkwkwkwkkw. sebelumnya tau kah sobat seperti apa recent post yang saya maksud ini ? tentu jawabannya ada yang sudah tau dan ada juga yang belum tau, nah bagi yang belum tau saya jelaskan dulu seperti apa recent post tersebut dan apa fungsinya. recent post ini seperti cuplikan artikel, namun kali ini yang saya bahas di tutorial blog kali ini bukan recent post biasa namun recent post yang memiliki cuplikan beserta gambar thumbnail yang bergerak gerak. fungsinya adalah dapat mempermudah pengunjung untuk melihat cuplikan cuplikan artikel terbaru sobat.
nah sekarang langsung saja kita ke tutorial cara buat recent post gambar thumbnail bergerak di blog dengan mudah : 
Pertama, Login ke akun blogger.com sobat.
Kedua, Pilih rancangan atau design.
Ketiga, Pilih add gadget pada bagian page elements dan lalu pilih html javascript.
Keempat, isikan judul seterah sobat dan copas kode recent post di bawah ini ke kotak tersebut dan ganti tulisan merah dengan alamat blog sobat.


<center><style type="text/css">
#rp_plus_img{height:300px;overflow:hidden;border:solid 0px #fff;padding:6px 10px 24px 5px;background-color:transparent;}
#rp_plus_img ul{list-style-type:none;margin:0;padding:0}
#rp_plus_img li{border:1px; margin:0; padding:0; list-style:none;}
#rp_plus_img li{height:60px;padding:5px;list-style:none;}
#rp_plus_img a{color:#F68629;}
#rp_plus_img .news-title{display:block;font-size:14px;font-weight:bold !important;color:#F68629;text-align:justify;}
#rp_plus_img .news-text{display:block;font-size:11px;font-weight:normal !important;color:#000000;text-align:justify;}
#rp_plus_img img{float:left;margin-right:14px;padding:4px;border:solid 1px #F68629;width:95px;height:55px;}
</style>
<script src="http://ajax.googleapis.com/ajax/libs/jquery/1.4.2/jquery.min.js" type="text/javascript">
</script>
<script src="http://theplick.googlecode.com/files/newsticker-plick.js" type="text/javascript">
</script>
<script type="text/javascript">
var speed = 1000;
var pause = 2500;
$(document).ready(function(){
rpnewsticker();
interval = setInterval(rpnewsticker, pause);
});
</script>
<ul id="rp_plus_img"><script>
var numposts = 20;
var numchars = 0;
</script> <script src="http://irkanaya.blogspot.com/feeds/posts/default?orderby=published&amp;alt=json-in-script&amp;callback=rpthumbnt">
</script> </ul>
</center>
Read More --►

Derap sejuta bintang


RJ4's rating:
Malam,
Temani aku dalam gelisahku
Dingin,
Peluk aku dalam sunyiku
Kelam,
Nyanyikan lagumu dalam gundahku
Angin,
Ceritakan padaku sebuah melodi

Kau bulan,
Aku cemburu pada sinarmu
Dan kau bintang,
Aku terpaku pada kerlip genitmu

Sayup,
Akupun mendengar dalam ku tersungkur
Masih,
Bergejolak tertatih di setiap langkah

Tuhanku,
Hanya pada Mu aku mengadu
Hanya pada Mu aku memohon

Yaa Illahi Rabbi...
Engkau Yaa Rahman Yaa Raahim,
Dalam sujudku meski tak terucap,
Engkau Maha Tahu apa yang tersimpan
Di dalam hatiku, jauh di lubuk sana

Dan sungguh,
Derap berjuta bintang diatas sana
Masih tetap setia seperti malam malam kemarin
Derap berjuta bintang diatas sana,
Sungguh dia menawarkan cerita,
untuk kau mampu tertawa ceria....
Meski harus terluka!!!
Read More --►

Ada Apa Dengan Cintamu


Kini kau datang kembali
Dan kau pertanyakan itu kepadaku
Pertanyaan yg seharusnya aku tujukan buatmu

Ada apa denganmu?
Kemana saja kamu selama ini?
Kau telah goreskan luka di hatiku

Kini..
Setelah luka itu hampir mengering
Kanu datang kembali
Yg hanya menambah luka di hati

Cinta..
Tidakkah kau pikir sedikitpun
Tentang luka yg kau tinggalkan
Tentang perasaanku saat ini

Aku sedih..
Aku terluka..
Aku terpuruk saat kau abaikan

Maafkan aku..
Aku tak bisa menerimamu kembali
Read More --►

Kegagalan

Kegagalan..
Haruskah tertulis kembali disetiap lembaran
Haruskah kembali ku telan kepehitan
Haruskah berhiasi air mata kedukaan

Tuhan..
Cukuplah semua cobaan
Lelah ku melangkah dlm kegelapan
Tanpa arah dan juga tujuan

Cinta..
Bagiku spt fatamorgana
Aku kejar namun tiada pernah ada
Hanya kelelahan dan rasa kecewa

Aku pertahankan..
Namun kau hujamkan duri tajam menyakitkan

Aku memelukmu..
Menyayangi dgn setulus hatiku
Namun kau balas dgn sejuta pilu kepadaku
Read More --►

Diary Hatiku

Diary Hatiku

Malamku..
Temani air mataku
Iringi lara hatiku
Hembuskan kedukaan kalbu

Aku yg sendiri
Aku yg tersudut sepi
Aku yg ditinggal pergi
Aku yg telah tersakiti

Tidakkah sedikit pijarmu
Pancarkan rasa yg indah di hatiku
Tidakkah sedikit kelembutanmu
Membelaiku dgn asa dan juga cintamu

Sepertinya semua telah sirna
Seiring nafsu yg kian meraja
Membakar gersangnya hati yg terluka
Meluluh lantakkan jiwa yg merana

Aku teluka..
Aku beduka..
Aku ditinggal cinta..
Aku terpuruk karena kepergianya




Read More --►

CERITA CINTA SEORANG SUAMI

OLEH:: Liliana Armandi.






'''''''''''''''''''''''''''''''''CERITA CINTA SEORANG SUAMI''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''
Aku membencinya, Itulah yang selalu kubisikkan dalam hatiku hampir sepanjang kebersamaan kami. Meskipun menikahinya, Aku tak pernah benar-benar menyerahkan hatiku padanya. Menikah karena paksaan orangtua, Membuatku membenci suamiku sendiri. Walaupun menikah terpaksa, Aku tak pernah menunjukkan sikap benciku. Meskipun membencinya, Setiap hari aku melayaninya sebagaimana tugas istri. Aku terpaksa melakukan semuanya karena aku tak punya pegangan lain. Beberapa kali muncul keinginan meninggalkannya
tapi aku tak punya kemampuan finansial dan dukungan siapapun. Kedua orangtuaku sangat menyayangi suamiku karena menurut mereka, Suamiku adalah sosok suami sempurna untuk putri satu-satunya mereka. Ketika menikah, Aku menjadi istri yang teramat manja. Kulakukan segala hal sesuka hatiku. Suamiku juga memanjakanku sedemikian rupa. Aku tak pernah benar-benar menjalani tugasku sebagai seorang istri. Aku selalu bergantung padanya karena aku menganggap hal itu sudah seharusnya setelah apa yang ia lakukan padaku. Aku telah menyerahkan hidupku padanya sehingga tugasnyalah membuatku bahagia dengan menuruti semua keinginanku.

Di rumah kami, Akulah ratunya. Tak ada seorangpun yang berani melawan. Jika ada sedikit saja masalah, Aku selalu menyalahkan suamiku. Aku tak suka handuknya yang basah yang diletakkan di tempat tidur, Aku sebal melihat ia meletakkan sendok sisa mengaduk susu di atas meja dan meninggalkan bekas lengket, Aku benci ketika ia memakai komputerku meskipun hanya untuk menyelesaikan pekerjaannya. Aku marah kalau ia menggantung bajunya di kapstock bajuku, Aku juga marah kalau ia memakai pasta gigi tanpa memencetnya dengan rapi, Aku marah kalau ia menghubungiku hingga berkali-kali ketika aku sedang bersenang-senang dengan teman-temanku.

Tadinya aku memilih untuk tidak punya anak. Meskipun tidak bekerja, Tapi aku tak mau mengurus anak. Awalnya dia mendukung dan akupun ber-KB dengan pil. Tapi rupanya ia menyembunyikan keinginannya begitu dalam sampai suatu hari aku lupa minum pil KB dan meskipun ia tahu ia membiarkannya. Akupun hamil dan baru menyadarinya setelah lebih dari empat bulan, Dokterpun menolak menggugurkannya.

Itulah kemarahanku terbesar padanya. Kemarahan semakin bertambah ketika aku mengandung sepasang anak kembar dan harus mengalami kelahiran yang sulit. Aku memaksanya melakukan tindakan vasektomi agar aku tidak hamil lagi. Dengan patuh ia melakukan semua keinginanku karena aku mengancam akan meninggalkannya bersama kedua anak kami. Waktu berlalu hingga anak-anak tak terasa berulang tahun yang ke-delapan. Seperti pagi-pagi sebelumnya, Aku bangun paling akhir. Suami dan anak-anak sudah menungguku di meja makan. Seperti biasa, Dialah yang menyediakan sarapan pagi dan mengantar anak-anak ke sekolah. Hari itu, Ia mengingatkan kalau hari itu ada peringatan ulang tahun ibuku. Aku hanya menjawab dengan anggukan tanpa mempedulikan kata-katanya yang mengingatkan peristiwa tahun
sebelumnya, Saat itu aku memilih ke mal dan tidak hadir di acara ibu.

Yaah, Karena merasa terjebak dengan perkimpoianku, Aku juga membenci kedua orangtuaku. Sebelum ke kantor, Biasanya suamiku mencium pipiku saja dan diikuti anak-anak. Tetapi hari itu, Ia juga memelukku sehingga anak-anak menggoda ayahnya dengan ribut. Aku berusaha mengelak dan melepaskan pelukannya. Meskipun akhirnya ikut tersenyum bersama anak-anak. Ia kembali mencium hingga beberapa kali di depan pintu Seakan-akan berat untuk pergi.

Ketika mereka pergi, Akupun memutuskan untuk ke salon. Menghabiskan waktu ke salon adalah hobiku. Aku tiba di salon langgananku beberapa jam kemudian. Di salon aku bertemu salah satu temanku sekaligus orang yang tidak kusukai. Kami mengobrol dengan asyik termasuk saling memamerkan kegiatan kami. Tiba waktunya aku harus membayar tagihan salon. Namun betapa terkejutnya aku, Ketika menyadari bahwa dompetku tertinggal di rumah. Meskipun merogoh tasku hingga bagian terdalam aku tak menemukannya di dalam tas. Sambil berusaha mengingat-ingat apa yang terjadi hingga dompetku tak bisa kutemukan. Aku menelepon suamiku dan bertanya,
“Maaf sayang, Kemarin Farhan meminta uang jajan dan aku tak punya uang kecil maka kuambil dari dompetmu. Aku lupa menaruhnya kembali ke tasmu, Kalau tidak salah aku letakkan di atas meja kerjaku.”
Katanya menjelaskan dengan lembut. Dengan marah, Aku mengomelinya dengan kasar. Kututup telepon tanpa
menunggunya selesai bicara.

Tak lama kemudian, Handphoneku kembali berbunyi dan meski masih kesal, Akupun mengangkatnya dengan setengah membentak. “Apalagi??”
“Sayang, Aku pulang sekarang, Aku akan ambil dompet dan mengantarnya padamu. Sayang sekarang ada dimana?” tanya suamiku cepat , Kuatir Aku menutup telepon kembali.
Aku menyebut nama salonku dan tanpa menunggu jawabannya lagi, Aku kembali menutup telepon. Aku berbicara dengan kasir dan mengatakan bahwa suamiku akan datang membayarkan tagihanku. Si empunya Salon yang sahabatku sebenarnya sudah membolehkanku pergi dan mengatakan aku bisa membayarnya nanti kalau aku kembali lagi.

Tapi rasa malu karena “musuh”ku juga ikut mendengarku ketinggalan dompet membuatku gengsi untuk berhutang dulu. Hujan turun ketika aku melihat keluar dan berharap mobil suamiku segera sampai. Menit berlalu menjadi jam, Aku semakin tidak sabar sehingga mulai menghubungi handphone suamiku. Tak ada jawaban meskipun sudah berkali-kali kutelepon. Padahal biasanya hanya dua kali berdering teleponku sudah diangkatnya. Aku mulai merasa tidak enak dan marah. Teleponku diangkat setelah beberapa kali mencoba. Ketika suara bentakanku belum lagi keluar, Terdengar suara asing
menjawab telepon suamiku. Aku terdiam beberapa saat sebelum suara lelaki asing itu memperkenalkan diri,
“Selamat siang, ibu. Apakah ibu istri dari bapak armandi?”
Kujawab pertanyaan itu segera. Lelaki asing itu ternyata seorang polisi, Ia memberitahu bahwa suamiku mengalami kecelakaan dan saat ini ia sedang dibawa ke rumah sakit kepolisian.

Saat itu aku hanya terdiam dan hanya menjawab terima kasih. Ketika telepon ditutup, aku berjongkok dengan bingung. Tanganku menggenggam erat handphone yang kupegang dan beberapa pegawai salon mendekatiku dengan sigap bertanya ada apa hingga wajahku menjadi pucat seputih kertas. Entah bagaimana akhirnya aku sampai di rumah sakit. Entah bagaimana juga tahu-tahu seluruh keluarga hadir di sana menyusulku. Aku yang hanya diam seribu bahasa menunggu suamiku di depan ruang gawat darurat. Aku tak tahu harus melakukan apa karena selama ini dialah yang melakukan segalanya untukku. Ketika akhirnya setelah menunggu beberapa jam, tepat ketika kumandang adzan maghrib terdengar seorang dokter keluar dan menyampaikan berita itu. Suamiku telah tiada. Ia pergi bukan karena kecelakaan itu sendiri, Serangan stroke-lah yang menyebabkan kematiannya.

Selesai mendengar kenyataan itu, Aku malah sibuk menguatkan kedua orangtuaku dan orangtuanya yang shock. Sama sekali tak ada airmata setetespun keluar di kedua mataku. Aku sibuk menenangkan ayah ibu dan mertuaku. Anak-anak yang terpukul memelukku dengan erat tetapi kesedihan mereka sama sekali tak mampu membuatku menangis. Ketika jenazah dibawa ke rumah dan aku duduk di hadapannya, Aku termangu menatap wajah itu. Kusadari baru kali inilah aku benar-benar menatap wajahnya yang tampak tertidur pulas. Kudekati wajahnya dan kupandangi dengan seksama. Saat itulah dadaku menjadi sesak teringat apa yang telah ia berikan padaku selama sepuluh tahun kebersamaan kami. Kusentuh perlahan wajahnya yang telah dingin dan kusadari inilah kali pertama kali aku menyentuh wajahnya yang dulu selalu dihiasi senyum hangat.

Airmata merebak dimataku, Mengaburkan pandanganku. Aku terkesiap berusaha mengusap agar airmata tak menghalangi tatapan terakhirku padanya, Aku ingin mengingat semua bagian wajahnya agar kenangan manis tentang suamiku tak berakhir begitu saja. Tapi bukannya berhenti, Airmataku semakin deras membanjiri kedua pipiku. Peringatan dari imam masjid yang mengatur prosesi pemakaman tidak mampu membuatku berhenti menangis. Aku berusaha menahannya, Tapi dadaku sesak mengingat apa yang telah kuperbuat padanya terakhir kali kami berbicara.

Aku teringat betapa aku tak pernah memperhatikan kesehatannya. Aku hampir tak pernah mengatur makannya. Padahal ia selalu mengatur apa yang kumakan. Ia memperhatikan vitamin dan obat yang harus kukonsumsi terutama ketika mengandung dan setelah melahirkan. Ia tak pernah absen mengingatkanku makan teratur, bahkan terkadang menyuapiku kalau aku sedang malas makan. Aku tak pernah tahu apa yang ia makan karena aku tak pernah bertanya. Bahkan aku tak tahu apa yang ia sukai dan tidak disukai. Hampir seluruh keluarga tahu bahwa suamiku adalah penggemar mie instant dan kopi kental. Dadaku sesak mendengarnya, Karena aku tahu ia mungkin terpaksa makan mie instant karena aku hampir tak pernah memasak untuknya. Aku hanya memasak untuk anak-anak dan diriku sendiri. Aku tak perduli dia sudah makan atau belum ketika pulang kerja. Ia bisa makan masakanku hanya kalau bersisa. Ia pun pulang larut malam setiap hari karena dari kantor cukup jauh dari rumah. Aku tak pernah mau menanggapi permintaannya untuk pindah lebih dekat ke kantornya karena tak mau jauh-jauh dari tempat tinggal teman-temanku.

Saat pemakaman, Aku tak mampu menahan diri lagi. Aku pingsan ketika melihat tubuhnya hilang bersamaan onggokan tanah yang menimbun. Aku tak tahu apapun sampai terbangun di tempat tidur besarku. Aku terbangun dengan rasa sesal memenuhi rongga dadaku. Keluarga besarku membujukku dengan sia-sia karena mereka tak pernah tahu mengapa aku begitu terluka kehilangan dirinya. Hari-hari yang kujalani setelah kepergiannya bukanlah kebebasan seperti yang selama ini kuinginkan tetapi aku malah terjebak di dalam keinginan untuk bersamanya.

Di hari-hari awal kepergiannya, Aku duduk termangu memandangi piring kosong. Ayah, Ibu dan ibu mertuaku membujukku makan. Tetapi yang kuingat hanyalah saat suamiku membujukku makan kalau aku sedang mengambek dulu. Ketika aku lupa membawa handuk saat mandi, aku berteriak memanggilnya seperti biasa dan ketika malah ibuku yang datang, Aku berjongkok menangis di dalam kamar mandi berharap ia yang datang. Kebiasaanku yang meneleponnya setiap kali aku tidak bisa melakukan sesuatu di
rumah, Membuat teman kerjanya kebingungan menjawab teleponku.
Setiap malam aku menunggunya di kamar tidur dan berharap esok pagi aku terbangun dengan sosoknya di sebelahku. Dulu aku begitu kesal kalau tidur mendengar suara dengkurannya, Tapi sekarang aku bahkan sering terbangun karena rindu mendengarnya kembali. Dulu aku kesal karena ia sering berantakan di kamar tidur kami, Tetapi
kini aku merasa kamar tidur kami terasa kosong dan hampa. Dulu aku begitu kesal jika ia melakukan pekerjaan dan meninggalkannya di laptopku tanpa me-log out, Sekarang aku memandangi komputer, Mengusap tuts-tutsnya berharap bekas jari-jarinya masih
tertinggal di sana. Dulu aku paling tidak suka ia membuat kopi tanpa alas piring di meja, Sekarang bekasnya yang tersisa di sarapan pagi terakhirnyapun tidak mau kuhapus. Remote televisi yang biasa disembunyikannya, Sekarang dengan mudah kutemukan meski aku berharap bisa mengganti kehilangannya dengan kehilangan remote.

Semua kebodohan itu kulakukan karena aku baru menyadari bahwa dia mencintaiku dan aku sudah terkena panah cintanya. Aku juga marah pada diriku sendiri, Aku marah karena semua kelihatan normal meskipun ia sudah tidak ada. Aku marah karena baju-bajunya masih di sana meninggalkan baunya yang membuatku rindu. Aku marah karena tak bisa menghentikan semua penyesalanku. Aku marah karena tak ada lagi yang membujukku agar tenang, Tak ada lagi yang mengingatkanku sholat meskipun kini kulakukan dengan ikhlas. Aku sholat karena aku ingin meminta maaf, Meminta maaf pada Allah karena menyia-nyiakan suami yang dianugerahi padaku, Meminta ampun karena telah menjadi istri yang tidak baik pada suami yang begitu sempurna. Sholatlah yang mampu menghapus dukaku sedikit demi sedikit. Cinta Allah padaku ditunjukkannya dengan begitu banyak perhatian dari keluarga untukku dan anak-anak. Teman-temanku yang selama ini kubela-belakan, Hampir tak pernah menunjukkan batang hidung mereka setelah kepergian suamiku.

Empat puluh hari setelah kematiannya, Keluarga mengingatkanku untuk bangkit dari keterpurukan. Ada dua anak yang menungguku dan harus kuhidupi. Kembali rasa bingung merasukiku. Selama ini aku tahu beres dan tak pernah bekerja. Semua dilakukan suamiku. Berapa besar pendapatannya selama ini aku tak pernah peduli, yang kupedulikan hanya jumlah rupiah yang ia transfer ke rekeningku untuk kupakai untuk keperluan pribadi dan setiap bulan uang itu hampir tak pernah bersisa. Dari kantor tempatnya bekerja, Aku memperoleh gaji terakhir beserta kompensasi bonusnya. Ketika melihatnya aku terdiam tak menyangka, Ternyata seluruh gajinya ditransfer ke rekeningku selama ini. Padahal aku tak pernah sedikitpun menggunakan untuk keperluan rumah tangga. Entah darimana ia memperoleh uang lain untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga karena aku tak pernah bertanya sekalipun soal itu.Yang aku tahu sekarang aku harus bekerja atau anak-anakku takkan bisa hidup karena jumlah gaji terakhir dan kompensasi bonusnya takkan cukup untuk menghidupi kami bertiga. Tapi bekerja di mana ? Aku hampir tak pernah punya pengalaman sama sekali. Semuanya selalu diatur oleh dia.

Kebingunganku terjawab beberapa waktu kemudian. Ayahku datang bersama seorang notaris. Ia membawa banyak sekali dokumen. Lalu notaris memberikan sebuah surat. Surat pernyataan suami bahwa ia mewariskan seluruh kekayaannya padaku dan anak-anak, Ia menyertai ibunya dalam surat tersebut tapi yang membuatku tak mampu berkata apapun adalah isi suratnya untukku.

Istriku Liliana tersayang, Maaf karena harus meninggalkanmu terlebih dahulu. Maaf karena harus membuatmu bertanggung jawab mengurus segalanya sendiri. Maaf karena aku tak bisa memberimu cinta dan kasih sayang lagi. Allah memberiku waktu yang terlalu singkat karena mencintaimu dan anak-anak adalah hal terbaik yang pernah kulakukan untukmu. Seandainya aku bisa, Aku ingin mendampingi sayang selamanya. Tetapi aku tak mau kalian kehilangan kasih sayangku begitu saja. Selama ini aku telah menabung sedikit demi sedikit untuk kehidupan kalian nanti. Aku tak ingin sayang susah setelah aku pergi. Tak banyak yang bisa kuberikan tetapi aku berharap sayang bisa memanfaatkannya untuk membesarkan dan mendidik anak-anak. Lakukan yang terbaik untuk mereka, Ya sayang. Jangan menangis, Sayangku yang manja. Lakukan banyak hal untuk membuat hidupmu yang terbuang percuma selama ini. Aku memberi kebebasan padamu untuk mewujudkan mimpi-mimpi yang tak sempat kau lakukan selama ini. Maafkan kalau aku menyusahkanmu dan semoga Tuhan memberimu jodoh yang lebih baik dariku.

Teruntuk Farah, Putri tercintaku. Maafkan karena ayah tak bisa mendampingimu. Jadilah istri yang baik seperti Ibu.
Dan Farhan, Ksatria pelindungku. Jagalah Ibu dan Farah. Jangan jadi anak yang bandel lagi dan selalu ingat dimanapun kalian berada, ayah akan disana melihatnya. Oke!

Aku terisak membaca surat itu, Ada gambar kartun dengan kacamata yang diberi lidah menjulur khas suamiku kalau ia mengirimkan note. Notaris memberitahu bahwa selama ini suamiku memiliki beberapa asuransi dan tabungan deposito dari hasil warisan ayah kandungnya. Suamiku membuat beberapa usaha dari hasil deposito tabungan tersebut dan usaha tersebut cukup berhasil meskipun dimanajerin oleh orang-orang kepercayaannya. Aku hanya bisa menangis terharu mengetahui betapa besar cintanya pada kami, Sehingga ketika ajal menjemputnya ia tetap membanjiri kami dengan cinta. Aku tak pernah berpikir untuk menikah lagi. Banyaknya lelaki yang hadir tak mampu menghapus sosoknya yang masih begitu hidup di dalam hatiku. Hari demi hari hanya kuabdikan untuk anak- anakku. Ketika orangtuaku dan mertuaku pergi satu persatu meninggalkanku selaman-lamanya, Tak satupun meninggalkan kesedihan sedalam kesedihanku saat suamiku pergi.

Kini kedua putra putriku berusia duapuluh tiga tahun. Dua hari lagi putriku menikah dengan seorang pemuda dari tanah seberang. Putri kami bertanya,
“Ibu, aku harus bagaimana nanti setelah menjadi istri, soalnya Farah kan ga bisa masak, ga bisa nyuci, gimana ya bu?”
Aku merangkulnya sambil berkata,
“Cinta sayang, cintailah suamimu, Cintailah pilihan hatimu, Cintailah apa yang ia miliki dan kau akan mendapatkan segalanya. Karena cinta, Kau akan belajar menyenangkan hatinya, Akan belajar menerima kekurangannya, Akan belajar bahwa sebesar apapun persoalan, Kalian akan menyelesaikannya atas nama cinta.”
Putriku menatapku,
“Aeperti cinta ibu untuk ayah ? Cinta itukah yang membuat ibu tetap setia pada ayah sampai sekarang?”
Aku menggeleng,
“Bukan, sayangku. Cintailah suamimu seperti ayah mencintai ibu dulu, Seperti ayah mencintai kalian berdua. Ibu setia pada ayah karena cinta ayah yang begitu besar pada ibu dan kalian berdua.”

Aku mungkin tak beruntung karena tak sempat menunjukkan cintaku pada suamiku. Aku menghabiskan sepuluh tahun untuk membencinya, Tetapi menghabiskan hampir sepanjang sisa hidupku untuk mencintainya. Aku bebas darinya karena kematian, Tapi aku tak pernah bisa bebas dari cintanya yang begitu tulus.



Read More --►

Busana Trendy Muslim 2013

Busana Trendy Muslim 2013


Sebelum kita memasuki tahun baru 2012 tentunya akan lahir contoh Tren Busana Muslim 2012.Busana Trendy Muslim 2012 ini akan menjadi acuan kita dalam berpakaian khususnya busana muslim. Tampilan busana muslim 2012 ini cukup menarik perhatian kita. Mengapa tidak tampilan busana muslim yang begitu elegan dan modern. Tanpa panjang lebar lagi silakan cek gambar Busana Trendy Muslim 2012

Tren Busana Muslim 2012
Tren Busana Muslim 2012

Tren Busana Muslim 2012
Tren Busana Muslim 2012

Tren Busana Muslim 2012
Tren Busana Muslim 2012

Tren Busana Muslim 2012
Tren Busana Muslim 2012
Admin Reviewed by Admin on . Tren Busana Muslim 2012 Tren Busana Muslim 2012 - Sebelum kita memasuki tahun baru 2012 tentunya akan lahir contoh Tren Busana Muslim 2012. Rating: 5

Tren Busana Muslim 2012
Tren Busana Muslim 2012

Tren Busana Muslim 2012
Tren Busana Muslim 2012

Tren Busana Muslim 2012
Tren Busana Muslim 2012

Tren Busana Muslim 2012
Tren Busana Muslim 2012

Tren Busana Muslim 2012
Tren Busana Muslim 2012
Read More --►

Peserta Indonesian Idol 2012

Peserta Indonesian Idol 2012 - setelah melalui tahapan - tahapan yang sangat sengit Indonesian Idol 2012 telah sampai pada panggung spektakuler 2012. dimana para peserta Indonesian Idol 2012 akan bertarung untuk merebut gelar The Real Indonesian Idol 2012.

Ya udah berikut ini Para Peserta Indonesian Idol 2012 :

Belinda Indonesian Idol 2012

Dion Indonesian Idol 2012

Yoda Indonesian Idol 2012

Sandy Indonesian Idol 2012
Dera Indonesian Idol 2012
Febri Indonesian Idol 2012

Rio Indonesian Idol 2012
Rosa Indonesian Idol 2012
Regina Indonesian Idol 2012
Kanza Indonesian Idol 2012
Sean Indonesian Idol 2012
Ivan Indonesian Idol 2012
Mana yang menjadi Idola anda dari Peserta Indonesian Idol 2012 ini. mari terus dukung mereka sampai ke puncak Indonesian Idol 2012
Read More --►

KKN PSIKOLOGI



Read More --►

mental retardation


Retardasi Mental (mental retardation) adalah keterlambatan yang mencakup rentang yang luas dalam perkembangan fungsi kognitif dan social (APA,2000)
Retardasi mental didiagnosis berdasarkan kombinasi dari 3 kriteria :
1. skor rendah pada
tes intelegensi formal (skor kira-kira 70 atau di bawahnya)
2. adanya bukti hendaknya dalam melakukan tugas sehari-hari dibandingkan dengan orang lain yang seusia dalam lingkup budaya tertentu, dan
3. perkembangan gangguan terjadi pada usia 18 tahun

Penyebab Retardasi Mental
- Sindrom Down dan Abnormalitas Kromosom Lainnya
sindrom down adalah kondisi yang disebabkan oleh adanya kelebihan kromosom pada pasangan ke-21 dan ditandai dengan retardasi mental serta anomli fisik yang beragam.
- Sindrom Fragile X dan Abnormalitas Genetic Lainnya
Sindrom fragile X merupakan bentuk retardasi mental yang diwariskan dan disebabkan oleh mutasi gen pada kromosom X
- Phenylketonuria (PKU)
Merupakan gangguan yang menghambat metabolisme asam phenylpyruvic, menyebabkan retardasi mental kecuali bila pola makan amat dikontrol.
- Faktor-faktor Prenatal
Beberapa kasus retardasi mental disebabkan oleh infeksi atau penyalah gunaan obat selama ibu mengandung.
Penyakit ibu yang juga dapat menyebabkan retardasi pada anak adalah sifilis, cytomegalovirus, dan herpes genital
- Penyebab-penyebab Budaya-Keluarga
Suatu bentuk retardasi mental ringan uang dipengaruhi oleh lingkungan yang miskin. Faktor-faktor psikososial, seperti lingkungan rumah atau social yang miskin, yaitu yang memberi stimulasi intelektual, penelantaran atau kekerasan dari orang tua, dapat menjadi penyebab atau memberi kontribusi dalam perkembangan retardasi mental pada anak-anak.

Intervensi
Pelayanan yang dibutuhkan oleh anak-anak dengan retardasi mental untuk memenuhi tuntutan perkembangan, sebagian tergantung pada derajat keparahan dan tipe retardasi (Dykens & Hodapp, 1997; Snell,1997)
Anak retardasi mental adalah anak-anak yang memiliki gangguan atau ketidakmampuan dalam kecerdasan, tidak hanya lemah dalam fungsi kognitif tetapi juga psikomotorik. Masalah yang dikaji: (1) Bagaimanakah subjek gambar yang diekspresikan oleh anak penderita retardasi mental siswa SLB-C Yaspenlub Demak?, (2) Bagaimanakah pemilihan perwujudan unsur gambar anak penderita retardasi mental siswa SLB-C Yaspenlub Demak? Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Sasaran penelitian ini adalah ekspresi subjek gambar, perwujudan unsur gambar, dan karakteristik gambar anak penderita retardasi mental di SLB- C Yaspenlub Demak. Teknik pengumpulan data yang digunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan melalui reduksi data, sajian data, dan penarikan simpulan atau verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek gambar yang diekspresikan anak adalah benda- benda dan lingkungan alam yang ada di sekitarnya. Unsur-unsur gambar yang ditampilkan sebatas raut- raut geometris yang tidak sempurna, dengan garis “mlethot” dan warna yang terkesan berbentuk coretan, masih terkesan semampunya. Saran yang dapat dikemukakan adalah supaya merangsang kebebasan anak mengungkapkan imajinasi dengan metode pembelajaran menggambar bebas dengan tema yang ditentukan. Memberikan pengetahuan dan pelatihan yang maksimal tentang cara mewarnai yang baik, karena menggambar dan mewarnai adalah sarana pengembang kreativitas anak. Keterbelakangan Mental   DEFINISI
Keterbelakangan Mental (Retardasi Mental, RM) adalah suatu keadaan yang ditandai dengan fungsi kecerdasan umum yang berada dibawah rata-rata disertai dengan berkurangnya kemampuan untuk menyesuaikan diri (berpelilakuadaptif), yang mulai timbul sebelum usia 18 tahun.

Orang-orang yang secara mental mengalami keterbelakangan, memiliki perkembangan kecerdasan (intelektual) yang lebih rendah dan mengalami kesulitan dalam proses belajar serta adaptasi sosial.
3% dari jumlah penduduk mengalami keterbelakangan mental.

PENYEBAB
Tingkat kecerdasan ditentukan oleh faktor keturunan dan lingkungan.
Pada sebagian besar kasus RM, penyebabnya tidak diketahui; hanya 25% kasus yang memiliki penyebab yang spesifik.

Secara kasar, penyebab RM dibagi menjadi beberapa kelompok:
  1. Trauma (sebelum dan sesudah lahir)
    - Perdarahan intrakranial sebelum atau sesudah lahir
    - Cedera hipoksia (kekurangan oksigen), sebelum, selama atau sesudah lahir
    - Cedera kepala yang berat
  2. Infeksi (bawaan dan sesudah lahir)
    - Rubella kongenitalis
    - Meningitis
    - Infeksi sitomegalovirus bawaan
    - Ensefalitis
    - Toksoplasmosis kongenitalis
    - Listeriosis
    - Infeksi HIV
  3. Kelainan kromosom
    - Kesalahan pada jumlah kromosom (Sindroma Down)
    - Defek pada kromosom (sindroma X yang rapuh, sindroma Angelman, sindroma Prader-Willi)
    - Translokasi kromosom dan sindroma cri du chat
  4. Kelainan genetik dan kelainan metabolik yang diturunkan
    - Galaktosemia
    - Penyakit Tay-Sachs
    - Fenilketonuria
    - Sindroma Hunter
    - Sindroma Hurler
    - Sindroma Sanfilippo
    - Leukodistrofi metakromatik
    - Adrenoleukodistrofi
    - Sindroma Lesch-Nyhan
    - Sindroma Rett
    - Sklerosis tuberosa
  5. Metabolik
    - Sindroma Reye
    - Dehidrasi hipernatremik
    - Hipotiroid kongenital
    - Hipoglikemia (diabetes melitus yang tidak terkontrol dengan baik)
  6. Keracunan
    - Pemakaian alkohol, kokain, amfetamin dan obat lainnya pada ibu hamil
    - Keracunan metilmerkuri
    - Keracunan timah hitam
  7. Gizi
    - Kwashiorkor
    - Marasmus
    - Malnutrisi
  8. Lingkungan
    - Kemiskinan
    - Status ekonomi rendah
    - Sindroma deprivasi.
GEJALA
Tingkatan Retardasi Mental
Tingkat
Kisaran IQ
Kemampuan Usia Prasekolah
(sejak lahir-5 tahun)
Kemampuan Usia Sekolah
(6-20 tahun)
Kemampuan Masa Dewasa
(21 tahun keatas)
Ringan
52-68
·  Bisa membangun kemampuan sosial & komunikasi
·  Koordinasi otot sedikit terganggu
·  Seringkali tidak terdiagnosis
·  Bisa mempelajari pelajaran kelas 6 pada akhir usia belasan tahun
·  Bisa dibimbing ke arah pergaulan sosial
·  Bisa dididik
Biasanya bisa mencapai kemampuan kerja & bersosialisasi yg cukup, tetapi ketika mengalami stres sosial ataupun ekonomi, memerlukan bantuan
Moderat
36-51
·  Bisa berbicara & belajar berkomunikasi
·  Kesadaran sosial kurang
·  Koordinasi otot cukup
·  Bisa mempelajari beberapa kemampuan sosial & pekerjaan
·  Bisa belajar bepergian sendiri di tempat-tempat yg dikenalnya dengan baik
·  Bisa memenuhi kebutuhannya sendiri dengan melakukan pekerjaan yg tidak terlatih atau semi terlatih dibawah pengawasan
·  Memerlukan pengawasan & bimbingan ketika mengalami stres sosial maupun ekonomi yg ringan
Berat
20-35
·  Bisa mengucapkan beberapa kata
·  Mampu mempelajari kemampuan untuk menolong diri sendiri
·  Tidak memiliki kemampuan ekspresif atau hanya sedikit
·  Koordinasi otot jelek
·  Bisa berbicara atau belajar berkomunikasi
·  Bisa mempelajari kebiasaan hidup sehat yg sederhana
·  Bisa memelihara diri sendiri dibawah pengawasan
·  Dapat melakukan beberapa kemampuan perlindungan diri dalam lingkungan yg terkendali
Sangat berat
19 atau kurang
·  Sangat terbelakang
·  Koordinasi ototnya sedikit sekali
·  Mungkin memerlukan perawatan khusus
·  Memiliki beberapa koordinasi otot
·  Kemungkinan tidak dapat berjalan atau berbicara
·  Memiliki beberapa koordinasi otot & berbicara
·  Bisa merawat diri tetapi sangat terbatas
·  Memerlukan perawatan khusus


Anak dengan MR ringan (IQ 52-68) bisa mencapai kemampuan membaca sampai kelas 4-6. Meskipun memiliki kesulitan membaca, tetapi mereka dapat mempelajari kemampuan pendidikan dasar yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari.
Mereka memerlukan pengawasan dan bimbingan serta pendidikan dan pelatihan khusus.
Biasanya tidak ditemukan kelainan fisik, tetapi mereka bisa menderita epilepsi.
Mereka seringkali tidak dewasa dan kapasitas perkembangan interaksi sosialnya kurang.
Mereka mengalami kesulitan dalam menyesuaikan diri dengan keadaan yang baru dan mungkin memiliki penilaian yang buruk.
Mereka jarang melakukan penyerangan yang serius, tetapi bisa melakukan kejahatan impulsif.

Anak-anak dengan RM moderat (IQ 36-51) jelas mengalami kelambatan dalam belajar berbicara dan keterlambatan dalam mencapai tingkat perkembangan lainnya (misalnya duduk dan berbicara). Dengan latihan dan dukungan dari lingkungannya, mereka dapat hidup dengan tingkat kemandirian tertentu.

Anak-anak dengan RM berat (IQ 20-35) dapat dilatih meskipun agak lebih susah dibandingkan dengan RM moderat.

Anak-anak dengan RM sangat berat (IQ 19 atau kurang) biasanya tidak dapat belajar berjalan, berbicara atau memahami.

Angka harapan hidup untuk anak-anak dengan RM mungkin lebih pendek, tergantung kepada penyebab dan beratnya RM. Biasanya, semakin berat RMnya maka semakin kecil angka harapan hidupnya.

DIAGNOSA
Seorang anak RM menunjukkan perkembangan yang secara signifikan lebih lambat dibandingkan dengan anak lain yang sebaya.

Tingkat kecerdasan yang berada dibawah rata-rata bisa dikenali dan diukur melalui tes kecerdasan standar (tes IQ), yang menunjukkan hasil kurang dari 2 SD (standar deviasi) dibawah rata-rata (biasanya dengan angka kurang dari 70, dari rata-rata 100).

PENGOBATAN
Tujuan pengobatan yang utama adalah mengembangkan potensi anak semaksimal mungkin.
Sedini mungkin diberikan pendidikan dan pelatihan khusus, yang meliputi pendidikan dan pelatihan kemampuan sosial untuk membantu anak berfungsi senormal mungkin.
Pendekatan perilaku sangat penting dalam memahami dan bekerja sama dengan anak RM.

PENCEGAHAN
Konsultasi genetik akan memberikan pengetahuan dan pengertian kepada orang tua dari anak RM mengenai penyebab terjadinya RM.

Vaksinasi MMR secara dramatis telah menurunkan angka kejadian rubella (campak Jerman) sebagai salah satu penyebab RM.

Amniosentesis dan contoh vili korion merupakan pemeriksaan diagnostik yang dapat menemukan sejumlah kelainan, termasuk kelainan genetik dan korda spinalis atau kelainan otak pada janin.
Setiap wanita hamil yang berumur lebih dari 35 tahun dianjurkan untuk menjalani amniosentesis dan pemeriksaan vili korion, karena mereka memiliki resiko melahirkan bayi yang menderita sindroma Down.
USG juga dapat membantu menemukan adanya kelainan otak.
Untuk mendeteksi sindroma Down dan spina bifida juga bisa dilakukan pengukuran kadar alfa-protein serum.
Diagnosis RM yang ditegakkan sebelum bayi lahir, akan memberikan pilihan aborsi atau keluarga berencana kepada orang tua.

Tindakan pencegahan lainnya yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya RM:
·  Genetik
Penyaringan prenatal (sebelum lahir) untuk kelainan genetik dan konsultasi genetik untuk keluarga-keluarga yang memiliki resiko dapat mengurangi angka kejadian RM yang penyebabnya adalah faktor genetik.
·  Sosial
Program sosial pemerintah untuk memberantas kemiskinan dan menyelenggarakan pendidikan yang baik dapat mengurangi angka kejadian RM ringan akibat kemiskinan dan status ekonomi yang rendah.
·  Keracunan
Program lingkungan untuk mengurangi timah hitam dan merkuri serta racun lainnya akan mengurangi RM akibat keracunan.
Meningkatkan kesadaran masyarakat akan efek dari pemakaian alkohol dan obat-obatan selama kehamilan dapat mengurangi angka kejadian RM.
·  Infeksi
Pencegahan rubella kongenitalis merupakan contoh yang baik dari program yang berhasil untuk mencegah salah satu bentuk RM.
Kewaspadaan yang konstan (misalnya yang berhubungan dengan kucing, toksoplasmosis dan kehamilan), membantu mengurangi RM akibat toksoplasmosis.




Read More --►

Virus Campak dan Gangguan Otak


Telah ditemukan hubungan antara virus Campak dan kelainan pencernaan pada anak penyandang gangguan perkembangan otak
Menurut riset Molecular Pathology yang akan dipublikasikan pada musim panas mendapatang, telah ditemukan hubungan antara Virus campak dan penyakit peradangan saluran pencernaan. Para ahli berkesimpulan virus tersebut dapat menjadi pemicu timbulnya imunitas tubuh.
Kejadian ini ditemukan pada 75 dari 91 anak yang menderita peradangan saluran. Pada anak normal, hanya ditemukan 5 kasus dari 70 anak normal. Kesemuanya lebih banyak diderita oleh anak laki laki daripada anak perempuan.
Riset ini tidak secara spesifik melihat apakah anak anak yang diteliti tersebut telah divaksinasi MMR (Mumps Measles Rubella). Komentar editorial (View commentary ) tidak menyimpulkan mengenai hubungan antara MMR dan penyebab peradangan saluran pencernaan atau kelainan perkembangan otak. Editorial ini juga tidak menyatakan virus campak sebagai penyebab semua kasus autisme dan/atau penyakit peradangan saluran pencernaan.
Editorial juga menyimpulkan adanya bukti interaksi antara gangguan perkembangan otak dan gangguan pencernaan dan temuan ini penting untuk diperhatikan. Ilmuwan yang melakukan riset mengatakan bahwa masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk menjawab pertanyaan2 penting sehubungan dengan ada tidaknya hubungan antara MMR dan temuan ini terutama mengenai jenis virus campak yang ditemukan pada anak penyandang autis dan virus yang ada pada vaksin MMR
Dalam pernyataan tertulisnya yang dimuat hari ini, Professor John OLeary, ahli molecular pathologist dari Rumah Sakit di Coombe Womens Hospital, Dublin dan pemimpin riset ini mengatakan:
Saya akan mempertahankan temuan dari riset yang kami lakukan ? hal ini telah menimbulkan banyak pertanyaan apakah virus campak punya andil dalam gangguan pencernaan yang dialami oleh penyandang gangguan perkembangan otak. Namun riset ini tidak ditujukkan untuk meneliti peran vaksin MMR dalam kaitannya dengan peradangan saluran pencernaan dan gangguan perkembangan otak. Hasil temuan kami ini tentunya tidak dapat digunakan untuk membuat konklusi ataupun kesimpulan mengenai ada tidaknya hubungan tersebut diatas.
Editor dari Jurnal Molecular Pathology, Professor John Crocker dan Dr David Burnett menambahkan: “Laporan medis ini dibuat oleh para ilmuwan dengan reputasi Internasional dan telah disetujui untuk dipublikasikan (peer review report). Temuan ini juga telah diakui secara internasional sebagai suatu hasil pengamatan penting dan pada saat yang sama telah menimbulkan banyak pertanyaan mengenai kemungkinan peran virus campak sebagai penyebab dari sebuah sindrom yang terdapat pada anak anak. Jurnal Medis ini juga tidak di tujukan untuk secara spesifik meneliti hubungan antara MMR, peradangan saluran pencernaan dan gangguan perkembangan otak. Peran MMR juga tidak disebutkan dalam jurnal medis ini.
Namun kami menyadari bahwa beberapa pembaca mungkin akan menganggap bahwa jurnal medis ini sedikit banyak menghubungkan antara MMR dan gangguan perkembangan otak. Karenanya kami membentuk suatu komisi yang terdiri dari dewan pengurus editor untuk mengomentari jurnal medis ini.
Komisi ini menegaskan kembali bahwa hasil riset ini merupakan temuan penting yang secara keseluruhan didasarkan atas data yang konsisten dan hubungannya dengan MMR sama sekali tidak disinggung dan bukan merupakan tujuan utama para ilmuwan untuk mengadakan riset ini.
Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi Divisi Humas British Medical Association, BMA House, Tavistock Square, London WC1H 9JP, Tel: +44 (0)20 7383 6254 atau melalui email ke pressoffice@bma.org.uk
Dimuat seijin British Medical Association http://jcp.bmjjournals.com/ thanks to E. Wilkinson. Baca juga komentar/editorial A Morris dan D Aldulaimi http://jc














Read More --►