Riekha Pricilia

Perempuan, 21 Tahun

Riau, Indonesia

Tiga sifat manusia yang merusak adalah : kikir yang dituruti, hawa nafsu yang diikuti, serta sifat mengagumi diri sendiri yang berlebihan. <div style='background-color: none transparent;'></div>
::
PLAY
Faceblog-Riekha
Shutdown

Navbar3

Search This Blog

Tampilkan postingan dengan label Sport. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sport. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 21 April 2012

Petr Cech: Tidak Mudah Unggul Tipis Atas Barcelona

CL - Chelsea FC v Barcelona, Lionel Messi and John Terry

Meskipun bangga terhadap kemenangan atas Barcelona di leg pertama semi-final Liga Champions, kiper Chelsea Petr Cech menyadari timnya masih harus bekerja keras sebelum memastikan tiket ke partai puncak kompetisi bergengsi Eropa tersebut.
The Blues menang tipis 1-0 atas Barcelona berkat gol Didier Drogba di penghujung babak pertama. Hasil ini tentu meringankan langkah Chelsea kala melakoni laga balasan di Camp Nou, pekan depan. Namun, Cech meyakini, hasil positif ini belum cukup untuk mengamankan posisi Chelsea.
Cech tentu saja merujuk pada pertemuan terakhir mereka di semi-final Liga Champions pada 2009 lalu, di mana kubu Blaugrana akhirnya melangkah ke partai final meskipun sempat tertahan di Camp Nou.
“Lihat saja [apa yang terjadi] terakhir kali, kami mempertahankan clean sheet di Camp Nou dan kami akhirnya tersingkir karena ditahan 1-1 di kandang. Tapi kali ini mereka tidak memiliki gol tandang,” jelas Cech.
“Sulit untuk mengatakan kemenangan 1-0 atas Barcelona merupakan keunggulan. Mereka adalah tim hebat. Mereka selalu mampu menciptakan peluang.”
Read More --►

Frank Lampard: Lionel Messi Lebih Baik Dari Diego Maradona

CL - Chelsea FC v Barcelona, Lionel Messi

Gelandang andalan Chelsea Frank Lampard menilai bintang Barcelona Lionel Messi lebih baik daripada legenda sepakbola asal Argentina Diego Maradona.

Seperti yang diketahui, Lampard bertemu dengan Messi dini hari (19/04) dalam laga leg pertama semi-final Liga Champions yang dimenangkan oleh Chelsea dengan skor 1-0, melalui gol tunggal Didier Drogba.

 "Saya tumbuh dewasa dengan Maradona, dia adalah idola saya sebagai seorang pemain," ungkap Lampard.

"Tetapi saya pikir dia (Messi) telah mencapai level yang lebih jauh daripada Maradona, terutama di klubnya (Barcelona)."

Read More --►

SPESIAL Liga Spanyol: Dari Abidal Sampai Zidane Untuk El Clasico

Zinedine Zidane, Luis Enrique, Barcelona, Real Madrid, 2002 (Getty Images)
Laga El Clasico yang dinanti-nanti kembali lagi!
Pertemuan Barcelona dan Real Madrid selalu menyuguhkan hiburan, kekuatan para pemain bintang, kontroversi, serta berbagai momen magis yang tak terlupakan. Laga yang akan digelar di Camp Nou akhir pekan nanti menambah ketegangan untuk menentukan juara La Liga, dan insiden-insiden seru diperkirakan bakal terjadi.
Kedua klub telah bertemu lebih dari 200 kali dalam laga resmi dan mendekati kurun waktu 100 tahun. Waktu pun telah menjadi saksi berbagai kejadian luar biasa dan menakjubkan ketika kedua raksasa ini bertemu.
Mulai dari kepala babi yang melayang hingga pesta gol, GOAL.com memberikan panduan lengkap tentang El Clasico.

Abidal Kembali di Clasico

Eric Abidal, yang saat ini masih dalam pemulihan transplantasi hati, naik meja operasi untuk mengobati tumor di belakang hatinya pada Maret 2011. Laga pertamanya usai operasi adalah menjadi pemain pengganti di menit-menit terakhir pertemuan Barcelona dan Madrid di leg kedua semi-final Liga Champions musim lalu yang berakhir dengan skor 1-1.

Standing ovation di Bernabeu

Ronaldinho bergabung dengan Diego Maradona dan Alessandro Del Piero sebagai pemain yang mendapat standing ovation langka dari publik Santiago Bernabeu ketika dirinya mencetak dua gol dan membawa Barca menang 3-0 di Madrid pada 2005 lalu.

Gol pertama Cristiano Ronaldo ke gawang Barca


Setelah gagal dalam enam upaya sebelumnya, Cristiano Ronaldo akhirnya mencetak gol pertamanya dalam laga resmi menghadapi Barcelona, 16 April 2011 pada laga yang berakhir imbang 1-1 di Bernabeu. Sejak saat itu, dia berhasil mencetak empat gol lagi ke gawang Barca, termasuk gol kemenangan pada final Copa del Rey tahun lalu.

Di Stefano dan 18 golnya

Alfredo Di Stefano, yang nyaris bergabung dengan Barcelona sebelum akhirnya mendarat di Madrid, masih menjadi topskor sepanjang sejarah Clasico dengan torehan 18 gol: 14 di La Liga, dua di Copa del Rey serta dua di kompetisi Eropa.

11-1

Margin kemenangan terbesar dari kedua tim adalah ketika Madrid membantai Barca 11-1 di leg kedua semi-final Copa del Generalisimo (sekarang Copa del Rey) pada 1943. Madrid kalah 3-0 di leg pertama.

Transfer pertama dari Barca ke Madrid

Mei 1902, Alfonso Albeniz menjadi pemain pertama yang meninggalkan Barcelona untuk bergabung ke Madrid. Sementara, Luciano Lizarraga adalah pemain pertama yang hengkang dari Madrid ke Barca pada 1905.

Rekor gol

Setelah berhasil menjaringkan 107 gol di ajang La Liga musim ini, Madrid membutuhkan satu gol lagi untuk mencetak rekor baru klub maupun liga sebagai torehan gol terbanyak dalam satu musim. Catatan gol terbaik Barcelona selama satu musim adalah 105. Saat ini mereka telah membukukan 96 gol. Sementara itu, Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo mencatat rekor pribadi baru di La Liga dengan 41 torehan golnya di kompetisi.

Madrid unggul dalam head-to-head

Barcelona dan Madrid telah bertemu sebanyak 217 kali di seluruh kompetisi. Saat ini Madrid masih unggul dalam head-to-head dengan 86 kemenangan, di mana Barca mencatat 85 kemenangan. Namun, jika hanya merujuk pada catatan di La Liga, Los blancos mencatat 68 kemenangan, sedangkan Barca 'hanya' 64.

Iniesta si anti-Galactico


Karena sosoknya yang sederhana dan tidak mencolok, Andres Iniesta disebut sebagai anti-Galactico oleh pers Catalan. Ini adalah kritik terhadap kebijakan Madrid yang hanya mendatangkan pemain-pemain high profile dan populer pada masa kepemimpinan Florentino Perez di Bernabeu.

Johan Cruyff dan skuad Dream Team

Johan Cruyff tidak bisa dilepaskan dari skor akhir 5-0 dalam Clasico. Ketika masih menjadi pemain pada 1974 lalu, dia membawa Barca menang lima gol tanpa balas di Santiago Bernabeu. Sebagai pelatih di tahun 1994, dia memimpin skuad Dream Team menang 5-0 di kandang sendiri. Tapi, dia juga menelan kekalahan dengan skor serupa pada Clasico 1995 di Madrid.

Gol 22 detik Karim Benzema

Pada pertemuan terakhir, 10 Desember 2011 lalu, Karim Benzema mencetak gol tercepat sepanjang sejarah Clasico ketika dia menjebol gawang Victor Valdes setelah laga baru berjalan 22 detik. Duo Madrid Enrique Mateos dan Giovanni, serta pemain Barca Francisco Carrasco juga pernah mencetak gol di menit pertama pada laga-laga di masa silam.

Laudrup sang maestro

Michael Laudrup bukan saja pernah bermain untuk Barcelona dan Madrid, tapi dia pun terlibat dalam kemenangan 5-0 Clasico... untuk masing-masing tim. Dia membantu pasukan Catalan menggilas Madrid dengan skor itu pada Januari 1994, namun dia melakukan hal yang sama ketika Los Blancos menang 5-0 atas Barca, Januari 1995. Dia adalah satu-satunya pemain yang berhasil merengkuh lima gelar La Liga secara berturut-turut bersama dua klub berbeda.

Messi incar rekor Cesar Rodriguez


Lionel Messi baru saja memecahkan rekor lama Cesar Rodriguez sebagai topskor sepanjang masa Barcelona di semua laga resmi. Namun, Rodriguez masih menjadi topskor sepanjang sejarah Clasico dengan torehan 14 gol (12 di La Liga dan dua di Copa del Rey), sementara Messi terpaut satu gol dengan koleksi 13 gol (delapan di La Liga dan dua di Liga Champions).

Nihil gol

Dalam 217 pertandingan resmi, hanya delapan laga Clasico yang berakhir dengan skor 0-0, dan semua terjadi di ajang La Liga. 1973 menjadi tahun di mana kedua Clasico berakhir tanpa gol.

Terdepak dari Eropa

Barcelona menjadi tim pertama sepanjang sejarah yang berhasil mendepak Real Madrid dari kompetisi Eropa ketika armada Catalan mengakhiri dominasi Madrid sebagai jawara kontinental selama lima tahun. Itu terjadi ketika Barca mengeliminasi Madrid di putaran pertama dengan agregat 4-3.

Kepala babi


Meskipun terdapat 26 transfer pemain antara Barca dan Madrid, kepindahan Luis Figo di tahun 2000 menjadi yang paling kontroversial. Ketika dia kembali menginjakkan kaki di Camp Nou pada 2002, pemain yang dijuluki 'Judas' oleh pendukung setia Blaugrana, dia menjadi sasaran pelemparan berbagai benda, termasuk kepala babi.

Quini, Hugo Sanchez & Cristiano Ronaldo

Apa yang menjadi kesamaan dari tiga pemain ini? Quini adalah pemain terakhir Barca yang berhasil mempertahankan trofi Pichichi (1981 & 82), sementara Hugo Sanchez melakukan hal yang sama bersama Madrid selama tiga tahun berturut-turut (1985 hingga 88). Cristiano Ronaldo bisa menjadi pemain pertama yang mempertahankan penghargaan tersebut sejak Sanchez jika dia finis sebagai topskor di musim ini.

Rekor Raul v Barca

Raul adalah pencetak gol terbanyak kedua di ajang Clasico, setelah Di Stefano, dengan torehan 15 gol (11 di La Liga, tiga di Piala Super Spanyol dan satu di Liga Champions). Cesar Rodriguez, Francisco Gento dan Ferenc Puskas melengkapi peringkat lima besar dengan masing-masin torehan 14 gol.

Quadruple Samitier

Josep Samitier adalah pemain pertama yang mencetak empat gol dalam sebuah laga Clasico. Dia melakukan itu untuk Barcelona dalam kemenangan 5-1 pada April 1926. Sejak saat itu, empat pemain lain berhasil melakukan hal serupa: Ildefonso Sanudo (Madrid) pada kemenangan 8-2 di 1935; Marti Ventolra (Barca) pada kemenangan 5-0, juga di tahun 1935; Barinaga (Madrid) pada kemenangan 11-1 di 1943; serta Eulogio Martinez (Barca) saat mencatat kemenangan 6-1 di 1957.

The Special One v The Philosopher


Rekor Jose Mourinho (bersama Chelsea, Inter Milan dan Madrid) menghadapi Barca adalah empat kemenangan, tujuh hasil imbang dan sembilan kekalahan dengan torehan 24 gol serta kebobolan 34. Sedangkan rekor Pep Guardiola menghadapi Madrid adalah sembilan kemenangan, empat hasil imbang dan satu kekalahan dengan torehan 32 gol dan kebobolan 13.

Rekor tak terkalahkan

Saat ini Barcelona memiliki catatan terbaik atas Madrid di La Liga. Armada Catalan belum pernah kalah dari rival abadi mereka dalam tujuh pertemuan terakhir di liga. Rekor terbaik Los Blancos atas Barca juga tercatat dalam tujuh laga.

Valdes v Casillas

Kiper Barcelona Victor Valdes sukses meraih empat trofi Zamora, dan kini membutuhkan satu trofi lagi untuk menyamai rekor yang pernah dicatat mantan kiper Blaugrana Antoni Ramallets. Iker Casillas hanya pernah memenangkan trofi itu satu kali. Jelang Clasico Sabtu nanti, Valdes tercatat kebobolan 23 gol dalam 32 laga sementara Casillas kebobolan 29 gol dalam 33 laga.

Tak pernah menang dalam 14 laga

Selain memiliki catatan terburuk atas Barca di La Liga saat ini, Madrid yang tidak pernah menang dalam 14 pertemuan dengan kubu Catalan, juga mencatat sejarah kekalahan terburuk. Madrid belum mampu mengalahkan Blaugrana dalam kurun 90 menit pertandingan dalam 14 laga berturut-turut.

Xavi si raja assist

Playmaker Barcelona Xavi telah tampil dalam 30 laga Clasico, dengan torehan empat gol dan delapan assist. Namun, dari kedelapan assist tersebut, empat dilakukannya dalam satu pertandingan: kemenangan 6-2 di Bernabeu, Mei 2009 lalu. Dia memberikan satu assist untuk Carles Puyol dan Thierry Henry, serta dua assist untuk Messi.

Tahun 1902

Pada 13 Mei 1902, laga pertama antara Barcelona dan Madrid digulirkan, dimana skuad Catalan menang 3-1 dalam pertandingan persahabatan, berkat gol Udo Steinburg dan Joan Gamper (2) membatalkan keunggulan lawan lewat gol Arthur Johnson. Laga resmi pertama kedua klub terjadi pada Copa del Rey 1916, di mana Barca lagi-lagi menjadi pemenang.

Zidane menyapa Camp Nou

Menyusul rekor transfernya dari Juventus ke Madrid sebesar €75 juta pada 2001 lalu, Zinedine Zidane mencetak gol dalam dua pertandingan pertamanya di Camp Nou. Gol pertamanya atas Barca terjadi pada pertandingan yang berakhir dengan skor 1-1 pada Maret 2002. Hanya berselang lima pekan, dia kembali menjebol gawang Barca di Catalunya pada kemenangan 2-0 di Liga Champions.
Read More --►

Wayne Rooney: Anda Harus Bangun, Drogba

UEFA Champions League : Didier Drogba, Chelsea FC v Barcelona
Getty
Leg pertama babak semi-final Liga Champions antara Chelsea dan Barcelona menarik perhatian jutaan pecinta sepakbola. Termasuk bintang-bintang sepakbola internasional seperti Wayne Rooney (Manchester United), Jack Wilshere (Arsenal) hingga Gregory van der Wiel (Ajax Amsterdam).
Selain mengomentari jalannya pertandingan lewat Twitter, para pemain secara khusus menyoroti terjatuhnya Didier Drogba selama beberapa kali di tengah lapangan. Berikut beberapa posting yang dirangkum GOAL.com dari situs jejaring sosial tersebut.



“Semoga bisa melihat lionel messi dkk menghancurkan chelsea dan tampil menakjubkan.” (Barry Bannan, Aston Villa)
“Berharap Chelsea menang malam ini, meskipun akan sulit... Menurut anda berapa skor akhirnya... Saya pikir 2-1 untuk Chelsea!!!” (Danny Graham, Swansea City)
“Drogba lol lol lihat apa yang terjadi jika anda terus berdiri.” (Robbie Savage, mantan pemain timnas Wales)
“Drogba. Anda pemain bagus tapi anda harus bangun.” (Wayne Rooney, Manchester United)
“Apakah Drogba memakai sepatu yang tepat... Sepertinya dia sering terpeleset.” (Robbie Fowler, mantan punggawa Liverpool)
“Hahaha Drogba sangat lucu, hampir setiap saat [terjatuh] di atas tanah!” (Gregory van der Wiel, Ajax Amsterdam).


Read More --►

Petr Cech Tak Gentar Main Di Camp Nou

Petr Cech, Chelsea

Kemenangan 1-0 di Stamford Bridge membuat Petr Cech yakin Chelsea akan mampu mengatasi tekanan Barcelona pada laga kedua semi-final Liga Champions di Camp Nou, pekan depan.

Chelsea berhasil mengalahkan Barcelona berkat gol tunggal Didier Drogba, Rabu (18/4) lalu. Laga final sudah terbayang di dalam benak skuat Chelsea karena mereka mampu terhindar dari kekalahan dalam tiga lawatan terakhir ke Camp Nou.

 "Kami mampu tampil baik selama bermain di sana dan kami harus mengulangi penampilan yang pernah kami lakukan," ujar Cech kepada Sky Sports.

"Penting mencetak gol tandang, tapi kelihatannya kami memang selalu mencetak gol di sana dan mudah-mudahan kami bisa melakukannya lagi."

Cech kemudian memberikan resep kemenangan Chelsea di laga pertama.

"Penampilan seperti ini membutuhkan fokus dan konsentrasi, untuk tetap disiplin sepanjang waktu, dan tidak memberikan mereka ruang meski Anda harus berlari terus tiga menit tanpa melihat bola sama sekali," sambungnya.

"Kami harus berjuang mulai menit pertama sampai habis. Kami mengerahkan upaya semaksimal mungkin untuk mengatasi tim hebat. Kami akan bermain dengan cara yang sama di laga kedua nanti."
Read More --►

Rabu, 23 November 2011

Thiago Silva: Untuk Hentikan Lionel Messi, Anda Mesti Berdoa



UEFA Champions League: FC Barcelona-AC Milan: Lionel Messi; Thiago Silva
Getty
Begitu sulitnya menghadapi Lionel Messi, Thiago Silva sampai mengatakan dibutuhkan doa selain usaha ekstra keras untuk membendung striker Barcelona itu. Silva bersama AC Milan akan kembali mengemban tugas menyetop La Pulga ketika I Rossoneri bersua El Barca untuk kali kedua di Grup H Liga Champions, Kamis dinihari WIB esok.
"Dia sangat cepat dan seorang pemain yang diberkati secara teknis. Ketika melawannya Anda harus membuat keputusan instan," terang bek Brasil itu kepada Globo Esporte.
"Saat dia mulai mendekati Anda, Anda harus membuat tanda salib dan berdoa bahwa semuanya akan baik-baik saja."
Terkait pertandingan yang akan mentas di San Siro nanti, Silva percaya Il Diavoli punya kans besar menumbangkan sang juara bertahan kendati memiliki gaya permainan yang amat kontras.
"Kami datang dari dua 'sekolah' sepakbola yang berbeda, tapi kami tahu kami sanggup menumbangkan mereka. Akan sulit, tapi kami akan berjuang dengan segenap tenaga karena jika menang kami berpeluang besar finis sebagai juara grup."
"Itu akan membuat kami mendapatkan calon lawan yang lebih mudah di 16 besar dan juga berkesempatan memainkan second leg di kandang sendiri, sesuatu yang tak kami dapat di dua musim terakhir," papar Silva
Read More --►

Senin, 21 November 2011

Atlet Riau Sumbang 13 Emas

  PALEMBANG (RP) - Atlet Riau ikut memberi kontribusi nyata terhadap keberhasilan Indonesia meraih gelar juara umum SEA Games 2011. Hingga malam tadi, putra-putri terbaik Riau sudah mempersembahkan 13 medali emas, dua perak, dan empat perunggu bagi kontingen Merah Putih. Jumlah ini kemungkinan bertambah, karena masih ada atlet Riau yang akan turun bertanding di nomor dragon boat.

Cabang yang jadi lumbung emas bagi atlet-atlet Riau adalah dayung, renang, sepatu roda, senam, menembak, dan fim swimming. Dari enam cabang ini, renang jadi penyumbang emas terbanyak dengan empat emas. Keempatnya diraih I Gede Siman Sudarwata. Dayung jadi cabang kedua yang meraih medali emas terbanyak. Cabang yang kini jadi andalan Riau di berbagai multi event olahraga Tanah Air ini dapat tiga medali emas lewat Eka Oktarorianus dan kawan-kawan. Di cabang ini atlet Riau juga masih berpeluang mempersembahkan medali emas bagi Indonesia, karena Eka dan kawan-kawan masih akan turun pada nomor dragon boat.

Keberhasilan atlet Riau mengharumkan nama Indonesia di SEA Games disambut gembira Gubernur Riau HM Rusli Zainal. ‘’Kita bersyukur dan memberi apresiasi tinggi pada atlet kita yang telah ikut mengharumkan nama bangsa dan sekaligus mereka kita harap jadi pahlawan Riau di PON 2012,’’ kata Gubri.

Ya, seluruh atlet peraih emas SEA Games adalah atlet yang sedang dipersiapkan Riau menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) 2012 yang akan berlangsung di Bumi Lancang Kuning. Mereka semua masuk dalam Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) PON Riau.

Dengan prestasi yang dicapai pada SEA Gemas, diharapkan makin memacu semangat untuk lebih baik pada PON mendatang.(ali/jpnn/aga)
Read More --►

Sepak Bola

 
Click Here
 
Dunia sepakbola tanah air selalu akrab dengan kontroversi. Mulai dari hal-hal kecil, sedang, hingga urusan paling penting sekalipun selalu dibumbui dengan yang namanya kontroversi.

  Pergantian kepengurusan Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia atau yang lebih dikenal dengan sebutan PSSI ternyata belum juga mampu menghentikan kebiasaan membuat masyarakat bingung. Bahkan ada yang mengatakan nilai kontroversilnya jauh lebih tinggi. Kenyataannya memang demikian. Entah karena masih dalam tahap penyesuaian jabatan atau memang sengaja, hal sepelepun bisa melahirkan putusan yang agak aneh.

  Sejak terpilih pada kongres luar biasa di Solo, Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husin dan Wakil Ketua Umum Farid bersama kabinetnya telah melakukan langkah-langkah perbaikan sepakbola Indonesia. Mulai dari ‘’pembersihan’’ PSSI, pemutusan kontrak pelatih kepala tim nasional, sampai pada rencana perombakan kompetisi Liga Indonesia yang dekat dengan kontroversi.

  Rasanya itu belum cukup. Dalam putusan-putusan besar tersebut masih dibumbui dengan pernyataan atau komentar kurang penting yang makin menggandakan nilai kontroversi yang memang paling setia menemani. Bahkan ada kesan asal bunyi, tanpa memperdulikan aturan yang harus dijalankan organisasi.

 Penggantian pelatih tim nasional dan pembersihan PSSI mungkin tidak terlalu dipedulikan insan sepakbola tanah air terutama klub anggota PSSI. Tapi putusan merombak total format kompetisi domestik membuat banyak klub bertanya-tanya dasar apa yang menjadi pedoman pengurus PSSI sehingga melahirkan membuat putusan yang kelewat berani?

  Merombak total berarti kompetisi kita yang sudah berjalan selama ini harus kembali pada lembah dasar dan harus membangun pondasi baru. Bisa dibayangkan berapa lama waktu yang diperlukan untuk mencapai kesempurnaan dibandingkan dengan berpikir bijak melanjutkan yang sudah ada dengan catatan memperbaiki semua kekurangan.

  Rencana menggelar kompetisi profesional dua wilayah dengan peserta ‘’klub beruntung’’ sebagai bukti PSSI ingin kembali ke pondasi dasar. Kesannya, kompetisi yang sudah berjalan puluhan tahun dan sudah berganti nama sekian kali dianggap tidak pernah ada. Dengan format baru, otoritas penyelenggara liga seperti menganggap semua klub di tanah air setara, termasuk klub yang masih ‘’bayi’’ sekalipun. Inilah yang membuat klub yang sudah berjuang dan ‘’berdarah-darah’’ ingin naik tingkat selama puluhan tahun merasa tidak dianggap.

  PSPS misalnya. Klub yang sudah berkompetisi di level tertinggi, Indonesia Super League (ISL) selama dua tahun terakhir juga sempat was-was. Karena tidak ada jaminan klub penghuni ISL musim lalu untuk tetap berada pada level yang sama musim depan.

   Pantas disyukuri, karena orang-orang penting di PSSI terutama anggota komite eksekutif cepat ‘’tersadar’’ bahwa perombakan format kompetisi bukan jalan yang tepat. Rapat Jumat (16/9) melahirkan putusan baru, bahwa kompetisi sepakbola tertinggi tanah air tetap satu wilayah dengan nama dan klub peserta yang sama pada tahun sebelumnya, kecuali yang degradasi dan promosi.

   Dengan putusan ini bisa dikatakan PSPS yang sudah menjadi tim kebanggaan warga Riau tetap berhak tampil di level tertinggi. Terlepas lolos atau tidaknya dalam verifikasi nanti, karena PSSI tetap akan melakukan pengecekan terhadap kelayakan klub, sesuai dengan yang disyaratkan AFC, tapi setidaknya PSPS dan klub lainnya merasa tetap dihargai sebagai klub yang sudah berjuang dari bawah.

   Harapan kita, berakhirnya kontoversi format kompetisi Liga Indonesia sebagai langkah awal untuk mengakhiri kontroversi-kontroversi lainnya yang selalu mengakrabi PSSI sejak zaman dahulu kala. PSSI hendaknya lebih mengedepankan kepentingan sepakbola nasional dan membuang jauh-jauh kepentingan seseorang atau kelompok. Karena dari keinginan menyelamatkan kepentingan orang dan kelompoklah yang menjadi potensi lahirnya sebuah putusan kontroversial. Semoga kinerja PSSI semakin baik dan masyarakat semakin bangga pada sepakbola tanah air.***

Riekha
Redaktur Pelaksana
Read More --►

Edan, Judoka Thailand Makan Kerupuk Gara-gara Kontingen Kurang Makanan




JAKARTA- Di tengah kesuksesan Indonesia menjadi pengumpul terbanyak medali sementara, kejadian memalukan malah muncul ke permukaan. Kali ini datangnya dari cabang judo yang akan dipertandingkan mulai Kamis (17/11). Para kontingen negara peserta mengalami kekurangan makanan. Bahkan, karena stok makanan sudah habis, sebagian judoka dari Thailand hanya makan dengan kerupuk.

"Ini memalukan bangsa. Sebagai warga negara saya malu dengan keadaan ini. Mereka kan tamu. Jangan sampai kalau kita juara umum nanti dituding karena tidak memberikan pelayanan yang baik kepada negara lain," keluh judoka senior Krisna Bayu kepada Jawa Pos kemarin (15/11).

Salah satu sumber Jawa Pos mengatakan, banyak pengemplangan terkait uang makan untuk para atlet tersebut. Kabarnya, dalam sehari setiap atlet mendapatkan jatah makan di kisaran Rp 250 ribu. Namun kenyataan di lapangan ternyata berbeda 180 derajat.

"Yang dipakai cuma Rp 50 ribu. Yang lainnya ke mana? Pantas saja atlet negara lain bisa mengalami kekurangan makan. Kalau makan hanya dengan kerupuk tentu sangat memalukan," ucap sumber tersebut.

Bayu mengungkapkan, hal tersebut sebenarnya tak boleh terjadi. Pasalnya, bukan hanya mencoreng PB PJSI, melainkan juga nama Indonesia di mata internasional. Apalagi Indonesia sebenarnya tengah berada dalam eforia tinggi setelah sukses menempati urutan pertama pengumpulan medali emas.

Karena itu, dia meminta agar masalah tersebut diselesaikan secepat mungkin. Mumpung judo juga belum dipertandingkan. Dia berharap jika nantinya Indonesia juara umum benar-benar karena perjuangan para judoka di atas lapangan. Bukan karena ada campur tangan yang berasal dari luar lapangan.

"Kala uterus-terusan terjadi seperti ini, tentu sangat memalukan. Makanya kami meminta agar hal tersebut harus diselesaikan sebelum pertandingan dimulai. Jangan sampai nama Indonesia dan PB PJSI tercoreng hanya gara-gara hal seperti itu," tegas judoka yang sukses menyumbangkan emas di SEA Games 2009 tersebut. (ru/aww)
Read More --►

Wanggai dan Tibo Saling Melengkapi






KOMPAS/YUNIADHI AGUNG
Duet striker Indonesia, Patrich Wanggai (kiri) dan Titus Bonai (Tibo).






JAKARTA, KOMPAS.com - Tim Nasional Indonesia U-23 memiliki duet maut Patrich Wanggai dan Titus Bonai atau Tibo di ajang SEA Games XXVI. Rahasia dari ketajaman kedua penyerang asal Papua itu karena satu sama lain saling melengkapi saat tampil.
"Meskipun kedua pemain tersebut terkesan individual, mereka bisa pecahkan konsentrasi lawan," kata Pelatih Persipura Jayapura, Jacksen F Tiago, saat dihubungi wartawan, Senin (21/11/2011).
Ia mengatakan, Patrich cakap bermain sebagai target man, sementara Tibo sebagai pendobrak. Namun, sejauh ini cuma satu gol saja yang diciptakan hasil kerja sama mereka berdua waktu gol pertama lawan Singapura.
"Tapi dalam pertandingan yang lawan bermain negative football, individu pemain adalah salah satunya senjata untuk pecahkan pertahanan kokoh lawan," sambung pelatih asal Brasil itu.
Wanggai-Tibo telah mencetak sembilan gol atau rata-rata 61 persen dari koleksi 13 gol tim nasional. Patrich mengoleksi lima gol dan Titus Bonai tiga gol. "Duet maut" ini akan kembali menjadi andalan "Garuda Muda" pada babak final melawan Malaysia nanti malam.
"Kalau saya masih percaya bahwa Indonesia akan keluar sebagai juara meskipun kali ini Indonesia akan menghadapi lawan terberatnya," tegas pemain yang pernah bermain untuk Persebaya itu.
Read More --►

Suporter Malaysia: Koyakkan Sayap Garuda Angkuh!




 



JAKARTA - Keriuhan final sepakbola SEA Games XXVII antara Indonesia vs Malaysia tidak hanya terjadi di Indonesia. Jika para suporter Indonesia menyuarakan Ganyang Malaysia, maka suporter Malaysia menyemangati tim berjuluk 'Harimau Malaya Muda' dengan slogan Ayuh Harimau, baham Sang garuda...!

Komentar suporter Malaysia ini menanggapi Berita Harian Online yang menulis judul, "Terkam si Garuda!." Dengan menyajikan foto skuad tim sepakbola Malaysia, media yang berkantor di Kuala Lumpur  Malaysia ini menulis, Skuad Harimau Muda bimbingan juru latih Ong Kim Swee bersemangat tinggi. Tim Malaysia sudah bersedia mempertahankan medali emas menjelang perlawanan akhir bertemu Indonesia di Stadium Gelora Bung Karno, Jakarta, malam ini.

Selain mengejek Garuda Muda, ada pula komentar yang menganggap tim asuhan Rahmad Darmawan tangguh. Inilah komentar suporter Malaysia yang dimuat di  Berita Harian Online;

malaysia jati
ayoh Malaysia gayangkan indonesia semula...buktikan lagu negaraku masih berkumandang dengan 22 keping pingat emas malam ini...taniah Ong Kim Swee & HARIMAU MUDA..."KOYAKAN SAYAP GARUDA ANGKUH".

RASADZMN
MSIA JUMPA LAWAN YG KUAT IA PASTI KUAT, TP JUMPA YG LEMAH IA LEMAH PELIKLAH

Dell
Ayuh Harimau, baham Sang garuda...

Jeruk Maman
Kalau tengok perlawanan Indonesia lwn Vietnam hari tu memang sukar malaysia nak tewaskan Indon. Apa apapun Malaysia perlu turunkan yang terbaik bagi membenam ego penyokong Indon tu.

kennedy
Biar garuda sekali lagi patah sayapnya. Tutup mulut celupar penyokong Indon. Malaysia Boleh, kita menang..........GBK akan menjadi medan tangisan rakyat Indon. (awa/jpnn)
Read More --►

Yakin Timnas Menang 2-1




JAKARTA--Wakil Ketua DPR RI Pramono Anung, yakin Tim Nasional U-23 Indonesia akan menang melawan Malaysia di final sepakbola SEA Games, di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Senin (21/11).

"Yang pertama Indonesia dan Malaysia akan berbeda dengan pertandingan lalu. Pada waktu itu kita turunkan pemain dilapis kedua sehinga terlihat grogi. Apalagi kipernya baru pertama dikeluarkan," kata Pram, di Jakarta, Senin (21/11).

"Kalau lihat performa tim Indonesia, kalau bisa menjaga stamina dan pola permainan kita akan menang," kata Pram menegaskan. Politisi senior PDI Perjuangan itu optimis dan memuji striker Timnas asal Papua, Patrich Wanggai, Titus Bonai.

"Mereka tidak egois untuk memasukan sendiri-sendiri. Mereka ini secara body languange terbiasa main bersama. Apalagi kalau di lini tengah Andik  bisa memberikan servis yang kontinue," ujar Pramono.

Dia memprediksi hasil pertandingan akan berakhir 2-1 untuk kemenangan anak asuh Rahmad Darmawan.
"Mudah-mudahan skornya 2-1," kata Pramono.

Dia mengingatkan, jangan kemudian sepak bola jadi panggung tersendiri bagi polisi dan jangan dibebani hal-hal non teknis dan psikologis.

"Pengalaman kita di AFF itu malah harus jadi pelajaran. Di mana timnas dibawa ke sana kemari sebelum pertandingan final.

Itu yang harus dipelajari di pertandingan AFF lalu," kata Pram.

Apakah Pram akan datang ke SUGBK? "Ini pelajaran saya sebagai penggila bola. Saya lebih memilih nonton di rumah," katanya. (boy/jpnn)
Read More --►

Perseteruan Klasik Timnas vs Malaysia


Di tiga pertemuan terakhir, Timnas U-23 tidak pernah menang dari kesebelasan U-23 Malaysia


Indonesia Vs Malaysia Di Sea Games XXVI 2011 (VIVAnews/Fernando Randy)

VIVAnews - Indonesia dan Malaysia, dua negara berjiran dan serumpun. Namun, kedua negara merupakan musuh bebuyutan dalam ajang sepakbola. Di ajang SEA Games, pertemuan keduanya selalu menyuguhkan pertandingan yang sengit.

Sejak pesta olah raga negara-negara Asia Tenggara digelar pada 1977, kesebelasan kedua negara telah bertemu sebanyak 13 kali. Dari pertemuan itu, 6 kali kemenangan untuk Indonesia, 6 kemenangan untuk Malaysia, dan hanya sekali pertemuan dengan hasil imbang.

Bermodal kemenangan pada babak penyisihan grup, Harimau Malaya --julukan timnas Malaysia-- bertekad menjungkalkan Garuda Muda --julukan untuk timnas Indonesia. Harimau Malaya, berambisi mempertahankan emas yang mereka peroleh saat SEA Games XXV di Laos pada 2009 silam.

Ditambah lagi, rekor bagus timnas U-23 Malaysia dalam tiga pertemuan terakhir dengan timnas U-23 Indonesia. Malaysia selalu menang meski dengan skor tipis 0-1. Lihat videonya di tautan ini.

Namun demikian, Garuda Muda tak patah arang. Bermodal hasil bagus di babak semi final dengan mengalahkan Vietnam, Indonesia juga berambisi memenangkan partai final malam nanti. Demi kehormatan, Garuda Muda tak ingin mengulangi kesalahan pada babak penyisihan yang dipaksa takluk 0-1 dari Malaysia.

Bermodal kokohnya benteng pertahanan dan tajamnya lini depan yang ditempati Titus Bonai, tim Garuda Muda bertekat menghempaskan Harimau Malaya. Terlebih lagi, dukungan puluhan ribu suporter yang tumpah ruah di Stadion Gelora Bung Karno akan memberikan semangat tersendiri bagi timnas U-23 dalam pertandingan malam nannti.

Catatan Pertemuan di SEA Games:
17/11/2011  Penyisihan Grup A Indonesia vs Malaysia             0-1 (K)
4/12/2005   Perebutan Peringkat Tiga Malaysia vs Indonesia    1-0 (K)
9/9/2001     Penyisihan Grup B Malaysia vs Indonesia              2-1 (K)
2/8/1999     Penyisihan Grup B Indonesia vs Malaysia              6-0 (M)
9/10/1997   Penyisihan Grup A Indonesia vs Malaysia              4-0 (M)
8/12/1995   Penyisihan Grup A Indonesia vs Malaysia              3-0 (M)
26/11/1991 Penyisihan Grup B Indonesia vs Malaysia               2-0 (M)
25/8/1989   Penyisihan Grup B Malaysia vs Indonesia              2-0 (K)
20/9/1987   Final Indonesia vs Malaysia                                1-0 (M)
16/12/1985 Perebutan Peringkat Tiga Malaysia vs Indonesia     1-0 (K)
26/9/1979   Penyisihan Grup Indonesia vs Malaysia                 0-0 (D)
30/9/1979   Final Indonesia vs Malaysia                                0-1 (K)
19/11/1977 Penyisihan Grup Indonesia vs Malaysia                 2-1 (M)
• VIVAnews
Read More --►

Andik Ingin Balas Dendam kepada Malaysia





Penyerang Timnas Indonesia U-23 Andik Vermansyah 
JAKARTA, KOMPAS.com — Gelandang lincah Andik Vermansyah berharap dapat membalas kekalahan tim nasional Indonesia dari Malaysia dalam final cabang sepak bola SEA Games XXVI-2011.
Pada pertandingan penyisihan Grup A, Kamis (17/11/2011), Indonesia menyerah 0-1 di tangan Malaysia. Andik tak bermain dalam laga tersebut meski namanya tercantum sebagai pemain cadangan.
Dalam duel semifinal lawan Vietnam, Sabtu (19/11/2011) malam, Andik kembali dipasang sebagai pemain utama. Indonesia akhirnya menang 2-0 dan akan kembali menghadapi Malaysia pada partai final.
"Besok saya harus semangat dan tetap menjaga kondisi dan fisik. Saya kepengin balas dendam kepada Malaysia. Ini salah satu musuh bebuyutan Indonesia," kata Andik kepada Tribunnews.com di Hotel Kartika Candra, Jakarta, Minggu (20/11/2011).
Dalam beberapa pertandingan sebelumnya, Andik dikenal sebagai pemain dengan kecepatan tinggi. Ia kerap beradu lari dengan pemain sayap lawan, termasuk sebelum memberikan assist kepada Ramdhani Lestaluhu dalam duel lawan Kamboja pekan lalu. Ia juga mencetak satu gol dalam laga tersebut.
Read More --►

Kabar Baik untuk Timnas U-23 Indonesia



Skuad Timnas U-23.

JAKARTA, KOMPAS.com — Ada kabar baik di skuad tim nasional U-23 Indonesia jelang laga final cabang sepak bola SEA Games melawan Malaysia, Senin (21/11/2011). Pemain sayap andalan, Ferdinand Sinaga, sudah pulih dari sakit demam yang ia derita sejak latihan jelang lawan Vietnam di babak semifinal kemarin. Selain Ferdinand, Ramdhani Lestaluhu juga pulih dari cedera.
"Ferdinand sudah sembuh demamnya, sore ini sudah mulai latihan lagi. Ramdhani juga sudah berangsur pulih. Kami berharap banyak kepada pemain yang tidak kita turunkan kemarin, baik inti maupun cadangan, karena suatu saat kalau dibutuhkan mereka siap bermain," ujar pelatih timnas U-23, Rahmad Darmawan, sebelum latihan Minggu (20/11/2011) sore dimulai.
Rahmad menjelaskan kondisi striker Titus Bonai yang sempat dikhawatirkan setelah mendapat ganjalan keras dari pemain Vietnam dalam laga kemarin. Belum lagi fakta pemain asal Persipura Jayapura yang akrab dipanggil Tibo itu selalu tampil penuh di lima laga timnas U-23.
"Sejauh ini kondisi Tibo baik. Memang ada beberapa tipikal pemain yang punya kondisi fisik yang bagus. Itu bisa dilihat dari masa pemulihannya yang cepat," kata Rahmad.
Bonai termasuk salah satu pemain yang masa pemulihannya cepat. Begitu juga Okto Maniani dan Andik Vermansyah. Sementara Egi Melgiansyah termasuk yang kurang cepat dalam melakukan pemulihan.
Andik pun mengakui, kondisinya masih fit meski bermain 90 menit melawan Vietnam. Pemain mungil berjuluk "Messi-nya Surabaya" ini bahkan tidak merasa lelah sama sekali. Padahal, saat tampil melawan Vietnam, Andik terus bergerak dari atas ke bawah, begitu juga sebaliknya.
"Ini mungkin karena sudah biasa kan baru kemain saya main. Alhamdulillah, kondisi saya sudah 95 persen. Kemarin habis makan, terus langsung tidur," ujar Andik.
Read More --►

Malaysia Kritik Suporter Indonesia



Sikap suporter Indonesia yang bermusuhan kepada Malaysia, menjadi sorotan.


Suporter Indonesia (VIVAnews/ Muhamad Solihin)


                VIVAnews – Perebutan medali emas antara Garuda Muda dengan Harimau Malaya Muda pada final sepakbola SEA Games di Stadion Gelora Bung Karno nanti malam, diwarnai dengan munculnya kritik pedas dari warga Malaysia terhadap perilaku suporter Indonesia.

Kritik keras itu dimuat dalam media online Malaysia, thestar.com, Minggu 20 November 2011 kemarin, dan ramai diperbincangan di twitter sepanjang pagi ini. Artikel itu ditulis oleh Wong Chun Wai. Berikut isi lengkap artikel tersebut setelah dialihbahasakan ke Bahasa Indonesia.

Anda Memalukan!

Permusuhan terhadap tim dan media kami dalam SEA Games di Indonesia adalah aib yang sangat memalukan. Sungguh sangat konyol bagaimana rivalitas antara Malaysia dan Indonesia semakin panas pada SEA Games di Indonesia saat ini. Lebih tepatnya, hal itu bahkan berubah menjadi permusuhan terbuka, bahkan kebencian nyata, pada sebagian rakyat Indonesia.

Ini semua sangat mengherankan karena perolehan medali tuan rumah sangat jauh di atas Malaysia. Mereka menempati tempat teratas dengan mengoleksi lebih dari 100 medali emas, sementara kami berada di posisi keempat dengan hanya mengumpulkan lebih dari 40 medali emas. Kami bahkan kalah dari Indonesia dalam sepak takraw, dengan hanya memperoleh medali perunggu setelah kalah berturut-turut dari Thailand dan Indonesia.

Tapi atlet, petugas, dan media kami menghadapi sikap antagonisme setiap hari, yang bisa dipicu oleh siapa saja di setiap lokasi di mana atlet Malaysia berkompetisi. Pada titik tertentu, itu bisa jadi dipicu oleh faktor kegilaan atau sifat kekanak-kanakan semata, tergantung pada bagaimana Anda melihatnya.

Tim Malaysia telah menerima fakta bahwa bahwa kerumunan suporter Indonesia akan menunjukkan kebencian dan ketidakhormatan mereka secara terbuka terhadap lagu kebangsaan kami, dengan menolak untuk berdiri saat lagu kebangsaan kami diputarkan. Tapi yang terjadi telah lebih dari itu – kapan pun lagu Negaraku dimainkan, kerumunan massa akan meniupkan terompet, beteriak, dan mengejek.

Ada juga kejadian ketika suporter Indonesia mengangkat jari tengah mereka sebagai simbol mengejek, kepada para fotografer, di mana pun atlet Malaysia berkompetisi. Kurangnya perilaku sportif ini mencapai tingkat yang keterlaluan ketika wartawan Malaysia dilarang meliput di hari terakhir kompetisi berenang.

Seorang petugas yang diidentifikasikan bernama Chris Ardi Toruan bahkan lupa bahwa perannya adalah untuk memastikan kelancaran acara, karena dia malah berubah menjadi penghasut dan hampir menyebabkan perkelahian.

Petugas yang bertanggung jawab di gerbang masuk pun tidak hanya bersikap kasar dan mengancam, tapi juga berteriak kepada kerumunan: “Ini semua orang Malaysia! Tak ada otak semua.” Petugas itu lantas dilaporkan berbalik kepada sekelompok kecil jurnalis Malaysia, dan mengatakan: “Ini adalah negara kami! Jika kamu tidak menyukainya, kamu dapat pergi!”

Tak perlu mempertimbangkan menjadi tuan rumah yang ramah atau terpikir solidaritas Asean. Lupakan tentang pujian yang sering disematkan tentang “bangsa serumpun” (kelompok ras yang sama), dan sebutan umum sebagai tetangga dekat. Semua itu melayang pada SEA Games.

Pejabat dan tokoh Malaysia juga menemukan kursi mereka “hilang” diduduki para pejabat Indonesia, bahkan tentara-tentara jenderal, di perlombaan tertentu. Kami telah mempertimbangkan, kasus-kasus itu terlalu kecil untuk dibuka, dan memilih memahami bahwa gangguan ini merupakan bagian dari setiap peristiwa besar.

Ada pula tuduhan bahwa lokasi pertandingan berubah pada menit terakhir, tanpa memberitahu para finalis dan wartawan, sehingga menghasilkan tekanan dan kecemasan pada menit-menit terakhir. Tapi lagi-lagi, terlepas dari segala keluhan, hal ini diterima.

Bagaimanapun, ada omelan pribadi bahwa hal-hal itu dilakukan untuk menguntungkan Indonesia. Namun tidak ada yang benar-benar memiliki bukti atas tuduhan tersebut. Yang jelas, permusuhan dari suporter Indonesia-lah yang menjadi masalah memprihatinkan. Tekadang, hal ini bahkan didukung oleh para pejabat dan media lokal.

Setiap kali atlet Malaysia mencetak angka pada pertandingan apapun, mereka mengejek, memprovokasi, dan mengejek. Kami memahami rivalitas macam itu pada pertandingan bulu tangkis dan sepakbola, tapi galah? Atlet kami Roslinda Samsu harus menghadapi permusuhan dari penonton, tapi hal itu tidak menghentikannya dari meraih medali emas. Dia bahkan memecahkan rekor SEA Games-nya sendiri.

Pada cabang sinkronisasi menyelam, Malaysia lagi-lagi menghadapi kerumunan penonton Indonesia yang marah. Tapi lagi duet atlet kami, Leong Mun Yee dan Wendy Ng Yan Yee, meraih medali emas. Kita tidak akan pernah bisa kembali ke semangat asli SEAP Games 1959, ketika ada niat tulis dan persaingan sportif.

Mungkin itu sama dengan semua pertandingan yang dibungkus dengan kebanggaan nasional dan egoisme individual dengan dukungan uang sponsor, yang berdampak nyata pada kinerja. Politisi-politisi kini juga mendominasi banyak asosiasi olahraga. Mereka semua menggunakan kemenangan untuk menaikkan popularitas mereka.

Lebih buruk lagi, kita semua tahu bahwa bangsa-bangsa yang menggunakan nasionalisme, bahkan pada pertandingan olahraga, untuk menyatukan rakyat mereka. Apalagi menghadapi setumpuk isu politik domestik.

Menang adalah penting, namun bukan segalanya. Tentu saja, harus ada penghormatan dan penghargaan. Kebencian terbuka terhadap tamu Anda benar-benar tidak dapat diterima dan merupakan aib yang memalukan. Sungguh memalukan kerumunan penonton yang bersikap bermusuhan, dan tidak memahami semangat persahabatan.
(umi)

• VIVAnews
Read More --►

Goyang Tibo Terinspirasi Film India


"Saya berlatih di pantai Hamadi, terutama berlari di pasir secepat mungkin."

Titus Bonai alias Tibo merayakan gol (VIVAnews/ Muhamad Solihin)
 

        VIVAnews - Striker muda Titus Bonai alias Tibo kerap bergoyang di pinggir lapangan usai mencetak gol. Tak peduli, saat memperkuat klubnya, Persipura Jayapura, maupun Timnas Garuda Indonesia. Goyangan yang selalu diperagakan Tibo kepada para penonton, terinspirasi dari film India.

"Saya sangat suka film India, kalau ada kesempatan pasti saya mengusahakan menonton," kata Tibo saat berbincang dengan VIVAnews.com, beberapa waktu lalu.
Tibo mengaku sering berjoget saat menonton film India yang kerap memadukan cerita dan nyanyian serta goyangan. Kebiasaan ini ternyata terus berlanjut saat bermain bola. Bahkan hingga menjadi pemain profesional seperti sekarang ini.
"Dan goyangan itu saya jadikan kebiasaan untuk sebuah wujud ekspresi kegembiraan setelah berhasil membobol gawang lawan," jelas pria kelahiran 4 Maret 1989 ini.

Mengaku mengenal sepak bola sejak sekolah dasar, Tibo sangat mengagumi pemain Barcelona Lionel Messi dan seniornya di Persipura, Boaz Solossa. "Sekarang bisa bermain satu klub itu suatu kebanggaan," ujarnya.

Lahir di Jayapura dengan nama lengkap Titus John Londow Bonai, ia besar di kawasan kumuh Kali Biru Kota Jayapura. Sejak kecil, Tibo terobsesi jadi pesepak profesional hingga ia pindah ke kawasan pinggir pantai Jayapura, Hamadi.
Di kawasan ini, kerabat Tibo Asal Serui cukup banyak bahkan mendominasi pantai, karena bekerja sebagai nelayan. Sekedar informasi, marga Bonai berasal dari Kepulauan Yapen Serui.

Di sini, Tibo mengasah kemampuannya dalam memainkan si kulit bundar, apalagi setelah masuk Persipura Junior. "Saya berlatih di pantai Hamadi, terutama berlari di pasir secepat mungkin dan itu saya lakukan bersama teman-teman sekampung."

Persaingan yang ketat untuk masuk skuad inti Persipura, membuat Tibo memilih bergabung dengan Persiram Raja Ampat. Pelatih Persiram asal Malaysia, Raja Isah, saat melatih Persipura sudah melihat bakat yang dimiliki Tibo.  Sehingga saat dia melatih Persiram, langsung diajaknya Tibo bergabung.

Ternyata bakat Tibo luar biasa. Dia sempat menjadi pencetak gol terbanyak divisi utama bersama Persiram. Prestasi inilah yang kemudian membuat Persipura menggaetnya kembali bergabung.

Setelah bergabung di Persipura dan menjadi juara ISL musim lalu, klub asal Malaysia Selangor FC sangat tertarik dengan Tibo. Tapi, dia masih ingin tetap bersama tim Mutiara Hitam. "Selangor memang beberapa kali menghubungi, bahkan berani membayar jauh lebih tinggi, tapi suasana kekeluargaan di Persipura masih menjadi pertimbangan."

Malam ini, seluruh rakyat Indonesia menggantungkan harapan di pundak Tibo dan kawan-kawan saat menghadapi Malaysia di partai final Sepak Bola Sea Games. Apakah goyangan Tibo akan muncul malam ini, kita tunggu saja aksi Garuda Muda!
Read More --►

Pemain Malaysia yang patut diwaspadai bernomor punggung 14, 10, dan 18.




3 Pemain Malaysia yang Patut Diwaspadai



Indonesia Vs Malaysia Di Sea Games XXVI 2011 
 
 
 
VIVAnews - Tiga pemain di lini serangan Malaysia patut diwaspadai oleh timnas Indonesia U-23 di pertandingan final SEA Games XXVI. Mereka adalah kapten tim Bakthiar Baddrol, Izzaq Ramlan, dan Azwari Ibrahim.
Hal tersebut diungkapkan oleh pelatih timnas Indonesia, Rahmad Darmawan. "Kekuatan Malaysia cukup merata, tapi ada beberapa pemain yang harus mendapat perhatian khusus. Di antaranya adalah nomor punggung 14, 10, dan 18," ungkap pria yang biasa disapa RD itu usai pertandingan melawan Vietnam pada Sabtu, 19 November 2011.
Beruntung, satu dari tiga pemain yang disebut berbahaya oleh RD itu, yakni Izzaq Ramlan (14) tidak bisa tampil. Dia diketahui menderita cedera lutut kiri ketika turun di partai semifinal menghadapi Myanmar.
Meskipun tidak ada Izzaq, bukan berarti lini pertahanan Indonesia yang digalang Abdul Rahman, Hasyim Kipuw, Gunawan Dwi Cahyo, dan Diego Michiels bebas dari ancaman. Malaysia masih punya penyerang lain yang layak diwaspadai, yakni Fakri Saarani.
Jarang diturunkan oleh pelatih Ong Kim Swee di babak penyisihan grup, Fakri berhasil membuktikan kapasitasnya sebagai striker andal dengan mencetak gol kemenangan atas Myanmar di semifinal. Dan berbekal kepercayaan diri tinggi usai menjadi pahlawan bagi timnya, dipastikan pemain yang sekarang memperkuat klub Negeri Sembilan FA tersebut akan kembali tampil ganas di depan gawang Indonesia.
Fakri tidak sendirian menggempur pertahanan Indonesia, dia akan mendapat sokongan punggawa lain yang juga masuk dalam daftar pemain berbahaya versi RD. Sebagai tandem, ada Azwari Ibrahim (18). Pemain 18 tahun itu sudah membuktikan kepiawaiannya dalam merobek gawang lawan ketika mengalahkan Indonesia di laga terakhir babak penyisihan grup.
Bakhtiar Baddrol (10) adalah pemain kunci Malaysia. Selain menyandang ban kapten, dia juga yang menjadi roh permainan Malaysia selama ini. Gelandang Kedah FA itu punya kemampuan mengatur ritme permainan tim. Akselerasi pemain 23 tahun tersebut juga kerap menyulitkan tim-tim lawan. Nilai tambah Baddrol adalah kemampuannya dalam melakukan eksekusi bola mati. (art)
• VIVAnews
Read More --►

"Menjadi pengalaman hebat jika bisa bermain untuk Indonesia di turnamen tersebut."




 Sergio van Dijk


VIVAnews – Striker klub Liga Australia, Adelaide United, Sergio van Dijk mengutarakan keinginannya untuk menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) dan membela timnas Indonesia. Pria kelahiran Belanda yang memiliki darah Indonesia dari kakek-neneknya itu ingin membela timnas di Piala Asia 2015 yang akan berlangsung di Australia.
“(Piala Asia 2015) akan berlangsung kurang dari empat tahun lagi dan akan menjadi pengalaman hebat bagi saya jika bisa bermain untuk Indonesia dalam turnamen tersebut,” ujar van Dijk pada Adelaide Advertiser.
Untuk menjadi WNI, van Dijk harus memenuhi beberapa prosedur, di antaranya dengan menjalani sumpah kewarganegaraan. Dia berharap sudah bisa membela Indonesia dalam Kualifikasi Piala Dunia 2014 melawan Bahrain.
“Mereka (PSSI) harus membuat janji dengan saya untuk mengambil sumpah, kemudian saya akan mencari waktu untuk pergi ke sana (Indonesia). Pertandingan resmi selanjutnya adalah pada bulan Februari,” kata van Dijk.
“Tak ada tenggat waktu tertentu namun akan baik bagi saya melakukannya sebelum 1 Januari. Maka saya masih punya banyak waktu untuk mengatur segalanya sebelum mempersiapkan diri untuk bulan Februari,” lanjut pemaim 29 tahun itu.
Van Dijk sukses meraih Sepatu Emas pada musim 2010-11 dengan mencetak 16 gol. Kini, dia masih dalam pemulihan karena mengalami cedera betis dan sudah absen selama 2 pekan. (eh)
Read More --►

Lalu Lintas di Kawasan SUGBK Mulai Padat

VIVAnews - Final SEA Games 2011 yang mempertemukan Indonesia vs Malaysia disambut antusiasme ribuan suporter tanah air. Sejak pagi, kawasan Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, yang menjadi venue laga sudah mulai ramai.

Sejak pagi, sudah banyak suporter Indonesia yang terlihat hilir mudik di kawasan SUGBK. Jalan-jalan di sekitar stadion termegah di Indonesia itu juga sudah mulai ramai dengan kendaraaan yang mengangkut suporter-suporter Garuda Muda.

Pantauan VIVAnews, Senin, 21 November 2011, arus lalu lintas mulai terlihat padat di jalan Pemuda sejak pukul 12.00 WIB. Situasi yang sama juga terlihat di Jalan Asia Afrika. Antrian panjang terlihat di depan pintu-pintu gerbang menuju SUGBK.

Final sendiri baru digelar pukul 19.00 WIB. Sedangkan perebutan medali perunggu yang mempertemukan Vietnam dan Myanmar akan digelar pukul 16.00 WIB.
• VIVAnews
Read More --►