Riekha Pricilia

Perempuan, 21 Tahun

Riau, Indonesia

Tiga sifat manusia yang merusak adalah : kikir yang dituruti, hawa nafsu yang diikuti, serta sifat mengagumi diri sendiri yang berlebihan. <div style='background-color: none transparent;'></div>
::
PLAY
Faceblog-Riekha
Shutdown

Navbar3

Search This Blog

Rabu, 23 November 2011

Isi Surat Wasiat Siswi SMKN yang Bunuh Diri...Mengharukan






Tiga surat wasiat Siti Munzaroh Siswi SMKN I Turen, Kabupaten Malang ditulis dan ditujukan untuk tiga orang. Surat pertama dengan kertas warna merah, ia tulis dan ditujukan kepada Yono.

Yono di duga adalah teman dekat pria Siti di sekolah. Pada Surat yang ditujukan pada Yono itu, Siti berpesan agar Yono tidak mempermainkan seorang gadis. “Untuk Yono, terima kasih atas kebaikanmu selama ini. Tapi pesanku, jangan sering menyakiti dan mempermainkan hati cewek ya say,” tulis Siti pada kertas berwarna merah itu.

Surat kedua Siti, ditujukan pada Ika. Ika diduga adalah sahabat baik Siti disekolahnya saat ini. Pada kertas bergambar dengan corak warna Pink itu, Siti menyebutkan jika dirinya, pernah meminjam kacamata milik Ika.

“Untuk Sahabatku Ita, kamu kan senang warna Pink. Sengaja aku tulis surat ini dengan kertas warna Pink. Tapi sebelumnya, saya minta maaf jika saya ada salah. Oh Ya, terima kasih atas kacamatanya. Kacamata kamu bisa kamu ambil dirumahku ya. Salam juga buat teman-teman disekolah,” tulis Siti pada surat itu.

Sementara itu, Surat ketiga yang Siti tulis pada kertas folio bergaris, ditujukan pada kedua orang tuanya serta Rizky. Rizky di duga adalah kakak kandung Siti yang bekerja diluar kota.

Berikut petikan isi wasiat Siti yang ditujukan pada kedua orang tuanya itu. ‘Ibu..maafkan atas semua kesalahanku. Dengan ini semua, Ibu sudah nggak mau lihat dan menemuiku lagi. Ternyata, percuma yow..Ibu menyekolahkan aku hingga SMEA kalau aku harus mati dengan cara bunuh diri’.

Saat dikubur nanti, aku minta Ayah dan Ibu, tidak menangis. Dan aku mau jika nanti mas Rizky menikah, Ibu dan Ayah harus merayakannya. Aku sangat kangen sama mas Risky. Aku iri sama teman-temanku yang bisa merasakan punya kakak laki-laki.

Aku juga minta tolong berikan buku besar ke Evi yow!! Sedang kacamata Ika, ada didalam buku tabunganku, tolong dikembalikan juga. Aku rela mati ditangan Ibu. Aku tidak terima jika Ibu memarahi aku untuk kesalahan yang tidak pernah aku lakukan.

Ibu dan Ayah juga harus sehat. Bu..,tolong kamarku dijaga ya..siapa saja boleh kok tidur dikamarku. Tapi jangan dikotori. Maafin aku ya Bu..Ayah..Emak..dan Semua keluarga di Tulungagung. Aku sayang sama Ibu, Ayah dan juga mas risky.. Wassalam,”.

Didalam surat wasiat itu, Siti juga membubuhkan tanda tangannya. Di duga, atas permasalahan keluarga dan seringnya dimarahi, Siti yang tinggal seorang diri dirumah hingga ajal menjemput, dikenal ramah dan baik pada semua teman-teman disekolahnya.
Read More --►

Eva-PDIP: Aduh, Hakim Kok Minta Penari Bugil




"Ini artinya, laporan Komisi Yudisial ternyata valid."


Ilustrasi pelecehan seks  

VIVAnews - Anggota Komisi III Bidang Hukum DPR dari Fraksi PDI Perjuangan Eva Kusuma Sundari sangat menyayangkan kasus asusila yang menimpa hakim DD dari Pengadilan Negeri Yogyakarta. DD diberhentikan tidak hormat karena meminta penari telanjang kepada pengacara yang berperkara.

"Aduh, ini sayang banget. Ini artinya pengawasan yang dilakukan internal tidak memberikan efek jera," kata Eva Kusuma Sundari dalam perbincangan dengan VIVAnews.com, Rabu 23 November 2011.

Menurut Eva, Hakim Muda Bidang Pengawasan sudah berupaya keras melakukan pembenahan internal. Tetapi, rupanya sanksi-sanksi yang sudah diberikan kurang keras. Buktinya, kesalahan-kesalahan seperti ini dinilai terus berulang.

Dia berharap jajaran kehakiman dalam hal ini Mahkamah Agung dalam memperbaiki beberapa hal. Salah satunya adalah perbaikan hubungan atau relasi antara Mahkamah Agung dengan Komisi Yudisial.

"Apalagi, hakim yang berkasus meminta penari itu adalah hasil dari laporan Komisi Yudisial. Ini artinya, laporan KY ternyata valid," kata politisi dari PDI Perjuangan ini.
Eva meminta agar Mahkamah Agung memperbaiki mutu relasi dengan Kommisi Yudisial.

Kemarin Ketua Majelis Kehormatan Hakim, Abbas Said, mengatakan hakim tersebut terbukti melanggar kode etik karena meminta dan menerima tiket pesawat dari keluarga dan kuasa hukum terdakwa kasus dugaan korupsi jalan di Kupang, Muhammad Ali Arifin.

"Keterangan saksi-saksi, fotokopi tiket pesawat dan kuitansi pembelian tiket ditandatangani oleh hakim terlapor," ujar Abbas, di Gedung MA, Jakarta, Selasa 22 November 2011.

Bukti lainnya, adalah adanya pesan singkat yang dikirimkan oleh DD ke Kuasa Hukum Muhammad Ali Arifin, Petrus Balaitona, yang isinya meminta dihadirkan penari telanjang. Pertimbangan yang lain, DD sudah pernah dijatuhkan sanksi sebelumnya oleh MA saat ia menjadi Hakim di PN Surabaya.
• VIVAnews
Read More --►

Hakim DD terbukti melakukan tindak asusila karena meminta penari telanjang.

Hakim Cabul Dipecat, PN Yogya Tunggu Bukti



Ilustrasi palu hakim (unisa.edu.au)

VIVAnews - Majelis Kehormatan Hakim memecat hakim DD asal Pengadilan Negeri Yogyakarta karena terbukti meminta penari telanjang dan tiket pesawat saat menangani perkara di PN Nusa Tenggara Timur. Eksekusi pun belum bisa dilakukan lantaran PN Yogyakarta belum menerima surat resmi.

"Seandainya betul terbukti (surat resmi dari MKH), otomatis akan diganti," kata Ketua PN Yogyakarta Mohammad Lutfi, Rabu 23 November 2011. Sebelum ada surat MKH, Lutfi tidak bisa mengambil sikap apapun atas anak buahnya itu. Meski demikian, pengadilan menunda semua perkara yang ditangani DD.

Lutfi mengaku tahu putusan MKH dari media massa. Dia sendiri mengaku tidak tahu persis kasus yang melilit anak buahnya itu hingga diberhentikan secara tidak hormat oleh MKH.

Pada 19 November lalu, Lutfi baru menerima surat MKH tertanggal 6 November 2011 yang berisi agenda sidang MKH untuk mendengar pembelaan DD.  Sebelum itu, DD pun pernah dipanggil Komisi Yudisial untuk satu kasus. "Saya tidak tahu kasusnya karena bukan kasus di Yogyakarta. Kalau kasusnya di Yogya, saya pasti tahu."

DD pindah dari PN Kupang ke PN Yogyakarta pada 8 Oktober 2011. "Yang jelas apapun keputusan MKH akan saya laksanakan." (sj)
Laporan: Erick Tandjung | Yogyakarta
• VIVAnews
Read More --►

Thiago Silva: Untuk Hentikan Lionel Messi, Anda Mesti Berdoa



UEFA Champions League: FC Barcelona-AC Milan: Lionel Messi; Thiago Silva
Getty
Begitu sulitnya menghadapi Lionel Messi, Thiago Silva sampai mengatakan dibutuhkan doa selain usaha ekstra keras untuk membendung striker Barcelona itu. Silva bersama AC Milan akan kembali mengemban tugas menyetop La Pulga ketika I Rossoneri bersua El Barca untuk kali kedua di Grup H Liga Champions, Kamis dinihari WIB esok.
"Dia sangat cepat dan seorang pemain yang diberkati secara teknis. Ketika melawannya Anda harus membuat keputusan instan," terang bek Brasil itu kepada Globo Esporte.
"Saat dia mulai mendekati Anda, Anda harus membuat tanda salib dan berdoa bahwa semuanya akan baik-baik saja."
Terkait pertandingan yang akan mentas di San Siro nanti, Silva percaya Il Diavoli punya kans besar menumbangkan sang juara bertahan kendati memiliki gaya permainan yang amat kontras.
"Kami datang dari dua 'sekolah' sepakbola yang berbeda, tapi kami tahu kami sanggup menumbangkan mereka. Akan sulit, tapi kami akan berjuang dengan segenap tenaga karena jika menang kami berpeluang besar finis sebagai juara grup."
"Itu akan membuat kami mendapatkan calon lawan yang lebih mudah di 16 besar dan juga berkesempatan memainkan second leg di kandang sendiri, sesuatu yang tak kami dapat di dua musim terakhir," papar Silva
Read More --►

Senin, 21 November 2011

Atlet Riau Sumbang 13 Emas

  PALEMBANG (RP) - Atlet Riau ikut memberi kontribusi nyata terhadap keberhasilan Indonesia meraih gelar juara umum SEA Games 2011. Hingga malam tadi, putra-putri terbaik Riau sudah mempersembahkan 13 medali emas, dua perak, dan empat perunggu bagi kontingen Merah Putih. Jumlah ini kemungkinan bertambah, karena masih ada atlet Riau yang akan turun bertanding di nomor dragon boat.

Cabang yang jadi lumbung emas bagi atlet-atlet Riau adalah dayung, renang, sepatu roda, senam, menembak, dan fim swimming. Dari enam cabang ini, renang jadi penyumbang emas terbanyak dengan empat emas. Keempatnya diraih I Gede Siman Sudarwata. Dayung jadi cabang kedua yang meraih medali emas terbanyak. Cabang yang kini jadi andalan Riau di berbagai multi event olahraga Tanah Air ini dapat tiga medali emas lewat Eka Oktarorianus dan kawan-kawan. Di cabang ini atlet Riau juga masih berpeluang mempersembahkan medali emas bagi Indonesia, karena Eka dan kawan-kawan masih akan turun pada nomor dragon boat.

Keberhasilan atlet Riau mengharumkan nama Indonesia di SEA Games disambut gembira Gubernur Riau HM Rusli Zainal. ‘’Kita bersyukur dan memberi apresiasi tinggi pada atlet kita yang telah ikut mengharumkan nama bangsa dan sekaligus mereka kita harap jadi pahlawan Riau di PON 2012,’’ kata Gubri.

Ya, seluruh atlet peraih emas SEA Games adalah atlet yang sedang dipersiapkan Riau menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) 2012 yang akan berlangsung di Bumi Lancang Kuning. Mereka semua masuk dalam Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) PON Riau.

Dengan prestasi yang dicapai pada SEA Gemas, diharapkan makin memacu semangat untuk lebih baik pada PON mendatang.(ali/jpnn/aga)
Read More --►

Sepak Bola

 
Click Here
 
Dunia sepakbola tanah air selalu akrab dengan kontroversi. Mulai dari hal-hal kecil, sedang, hingga urusan paling penting sekalipun selalu dibumbui dengan yang namanya kontroversi.

  Pergantian kepengurusan Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia atau yang lebih dikenal dengan sebutan PSSI ternyata belum juga mampu menghentikan kebiasaan membuat masyarakat bingung. Bahkan ada yang mengatakan nilai kontroversilnya jauh lebih tinggi. Kenyataannya memang demikian. Entah karena masih dalam tahap penyesuaian jabatan atau memang sengaja, hal sepelepun bisa melahirkan putusan yang agak aneh.

  Sejak terpilih pada kongres luar biasa di Solo, Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husin dan Wakil Ketua Umum Farid bersama kabinetnya telah melakukan langkah-langkah perbaikan sepakbola Indonesia. Mulai dari ‘’pembersihan’’ PSSI, pemutusan kontrak pelatih kepala tim nasional, sampai pada rencana perombakan kompetisi Liga Indonesia yang dekat dengan kontroversi.

  Rasanya itu belum cukup. Dalam putusan-putusan besar tersebut masih dibumbui dengan pernyataan atau komentar kurang penting yang makin menggandakan nilai kontroversi yang memang paling setia menemani. Bahkan ada kesan asal bunyi, tanpa memperdulikan aturan yang harus dijalankan organisasi.

 Penggantian pelatih tim nasional dan pembersihan PSSI mungkin tidak terlalu dipedulikan insan sepakbola tanah air terutama klub anggota PSSI. Tapi putusan merombak total format kompetisi domestik membuat banyak klub bertanya-tanya dasar apa yang menjadi pedoman pengurus PSSI sehingga melahirkan membuat putusan yang kelewat berani?

  Merombak total berarti kompetisi kita yang sudah berjalan selama ini harus kembali pada lembah dasar dan harus membangun pondasi baru. Bisa dibayangkan berapa lama waktu yang diperlukan untuk mencapai kesempurnaan dibandingkan dengan berpikir bijak melanjutkan yang sudah ada dengan catatan memperbaiki semua kekurangan.

  Rencana menggelar kompetisi profesional dua wilayah dengan peserta ‘’klub beruntung’’ sebagai bukti PSSI ingin kembali ke pondasi dasar. Kesannya, kompetisi yang sudah berjalan puluhan tahun dan sudah berganti nama sekian kali dianggap tidak pernah ada. Dengan format baru, otoritas penyelenggara liga seperti menganggap semua klub di tanah air setara, termasuk klub yang masih ‘’bayi’’ sekalipun. Inilah yang membuat klub yang sudah berjuang dan ‘’berdarah-darah’’ ingin naik tingkat selama puluhan tahun merasa tidak dianggap.

  PSPS misalnya. Klub yang sudah berkompetisi di level tertinggi, Indonesia Super League (ISL) selama dua tahun terakhir juga sempat was-was. Karena tidak ada jaminan klub penghuni ISL musim lalu untuk tetap berada pada level yang sama musim depan.

   Pantas disyukuri, karena orang-orang penting di PSSI terutama anggota komite eksekutif cepat ‘’tersadar’’ bahwa perombakan format kompetisi bukan jalan yang tepat. Rapat Jumat (16/9) melahirkan putusan baru, bahwa kompetisi sepakbola tertinggi tanah air tetap satu wilayah dengan nama dan klub peserta yang sama pada tahun sebelumnya, kecuali yang degradasi dan promosi.

   Dengan putusan ini bisa dikatakan PSPS yang sudah menjadi tim kebanggaan warga Riau tetap berhak tampil di level tertinggi. Terlepas lolos atau tidaknya dalam verifikasi nanti, karena PSSI tetap akan melakukan pengecekan terhadap kelayakan klub, sesuai dengan yang disyaratkan AFC, tapi setidaknya PSPS dan klub lainnya merasa tetap dihargai sebagai klub yang sudah berjuang dari bawah.

   Harapan kita, berakhirnya kontoversi format kompetisi Liga Indonesia sebagai langkah awal untuk mengakhiri kontroversi-kontroversi lainnya yang selalu mengakrabi PSSI sejak zaman dahulu kala. PSSI hendaknya lebih mengedepankan kepentingan sepakbola nasional dan membuang jauh-jauh kepentingan seseorang atau kelompok. Karena dari keinginan menyelamatkan kepentingan orang dan kelompoklah yang menjadi potensi lahirnya sebuah putusan kontroversial. Semoga kinerja PSSI semakin baik dan masyarakat semakin bangga pada sepakbola tanah air.***

Riekha
Redaktur Pelaksana
Read More --►