Riekha Pricilia

Perempuan, 21 Tahun

Riau, Indonesia

Tiga sifat manusia yang merusak adalah : kikir yang dituruti, hawa nafsu yang diikuti, serta sifat mengagumi diri sendiri yang berlebihan. <div style='background-color: none transparent;'></div>
::
PLAY
Faceblog-Riekha
Shutdown

Navbar3

Search This Blog

Minggu, 03 April 2011

Test Minat Bakat ( Test Minat Holland)


Filosofi TES MINAT HOLLAND
 
Teori original Holland mengalami modifikasi sebagai hasil dari penelitian ulang, hal ini terbatas pada lingkungan kerja pada masyarakat Amerika (Osipow, 1983 : 83). Holland juga berefleksi tentang jaringan hubungan antara tipe-tipe kepribadian dan antara model-model lingkungan,yang dituangkan dalam bagan yang disebut Hexagonal Model dan model ini menggambarkan aneka jarak psikologis antara tipe-tipe kepribadian dan model-model lingkungan (Winkel & Hastuti, 2005 : 637). Menurut Holland suatu tipe memiliki korelasi dengan tipe-tipe lainnya, misalnya tipe realistik dekat dengan tipe investigatif di satu sisi dan dengan tipe konvensional di sisi lainnya (korelasinya 0,46 dan 0,36), sedangkan dengan tipe sosial korelasinya 0,21 (Osipow, 1983 : 83). Tipe artistik dekat hubungannya dengan tipe investigatif dan sosial (korelasinya 0,34 dan 0,42), tetapi jauh sekali dari tipe konvensional sehingga korelasinya 0,11 (Osipow, 1983 : 83). Keadaan tersebut tidak dapat disesuaikan secara tepat pada hexagon jika dimasukkan dalam ukuran skala, hal ini lebih merupakan sekedar suatu percobaan dari Holland untuk mempertalikan antara yang satu dengan yang lain (Osipow,1983 : 90).
Perkembangan tipe-tipe kepribadian adalah hasil dari interaksi-interaksi faktor-faktor bawaan dan lingkungan dan interaksi-interaksi ini membawa kepada preferensi-preferensi untuk jenis-jenis aktivitas-aktivitas khusus, yang pada gilirannya mengarahkan individu kepada tipe-tipe perilaku-perilaku tertentu.


2. Alat administrasi TES MINAT HOLLAND

Seluruh penyajian untuk setiap bentuk sub tes tidak membutuhkan batasan waktu dalam mengerjakannya. Namun tergantung pada daya faham kelompok atau subyek. Sebenarnya dalam menggunakan alat tes minat Holland digunakan seseorang yang jenjang pendidikan SMA-dewasa
Sedangkan alat-alat administrasi yang digunakan untuk pengerjaan tes adalah : buku tes,lembar jawaban, pensil, dan penghapus (stip).


psikologi yang mengacu pada pengertian bakat/keberbakatan:
  • Aptitude: Potensi yang dimiliki seseorang yang membuatnya mudah dan cepat dalam menguasai suatu bidang.
  • Talent : Kemampuan yang luar biasa dalam kualitas bidang tertentu. Misalnya seni, kepemimpinan, keterampilan mekanika, kemampuan lisan dan tertulis, musik, hubungan antar pribadi (J. Zettel).
  • Gifted: Kapasitas intelektual yang tinggi dalam prestasi skolastik (J. Zettel)

Komponen Keberbakatan:
Feldhusen
1. Kemampuan intelektual umum
2. Konsep diri positif
3. Motivasi berprestasi
4. Talenta khusus

United States of Education
1. Kemampuan intelektual umum
2. Bakat akademik yang spesifik
3. Kemampuan berpikir kreatif dan produkti
4. Kemampuan kepemimpinan
5. Kemampuan seni
6. Kemampuan psikomotor

Tiga faktor yang membuat bakat dalam diri seseorang berhasil ditampilkan (berupa hipotesis dari Brandwein):
  • Faktor genetis: Untuk kemampuan verbal dan matematika yang tinggi
  • Faktor predisposisi: untuk sikap yang tidak mudah puas terhadap aspek yang telah ada dalam realitas, suka dan berani mengajukan pertanyaan.
  • Faktor aktiviting: Kesempatan untuk memperoleh pendidikan lebih lanjut dan kontak dengan orang-orang yang mampu memberi inspirasi.
Seseorang yang berbakat biasanya berasal dari budaya produser bukan konsumer (Tannenbaum).

Menurut hasil penelitian Goertzels terhadap 700 sampel diperoleh data:
Anak berbakat kebanyakan adalah anak pertama atau anak tunggal.
  • Berasal dari keluarga menengah.
  • Memiliki ayah pengusaha atau professional dan ibu seorang ibu rumah tangga.
  • Memiliki banyak buku dirumah.
  • Orang tua memiliki harapan yang lebih tinggi terhadap semua anaknya.
  • Suka belajar namun tidak suka belajar disekolah atau tidak suka terhadap guru yang memmaksa mereka belajar dengan kerikulum tertentu.
  • Lebih suka menyendiri.
  • Lebih suka belajar dengan program yang melatih keterampilan.
  • Lebih self directed
  • Unik dan sulit untuk konformis, dalam hal pakaian, perilaku dan sebagainya.

Dasar pemikiran munculnya tes bakat:
  • Tes intelegensi yang telah ada dipandang tidak mengukur kemampuan seseorang secara spesifik, tetapi lebih mengukur kemampuan verbal saja.
  • Tes inelegensi yang telah ada memiliki banyak keterbatasan dan kurang dapat meramalakan kinerja yang suskses untuk masa depan seseorang.
  • Adanya gambaran mengenai spectrum kecerdasan yang lebih luas, dipelopori oleh Howard Gardner yang mengemukakan mengenai Multiple Intelligences.

Multiple Intelligences menurut Howard Gardner:
1. Keserdasan matematika logika
2. Kecerdasan bahasa
3. Kecerdasan musical
4. Kecerdsan visual spatial
5. Keecerdasan kinestetik
6. Kecerdasan intrpersonal
7. Kecerdasan intrapersonal
8. Kecerdasan natural

1. Kecerdasan matematika logika
  • Kemampuan berpikir induktif dan deduktif
  • Kemampuan berpikir logis
  • Memahami dan menganalisis pola angka dan memecahkan masalah
Orang yang dengan kemampuan matematikalogika menyukai: kegiatan menganalisa, berpikir konseptual, membuat hipotesis, berhitung, bila tidak tabhu dia bertanya, bermain catur, teka-teki dsb.

2. Kecerdasan bahasa
Kemampuan menggunakan bahasa, secara trtulis maupun lisan dalam berbagai bentuk untuk mengekspresikan gagasannya.
ü Memiliki daya ingat yang kuat terhadap kata, nama, istilah ataupun hal yang sifatnya detail.
ü Lebih mudah mendengarkan dengan cara mendengarkan dan verbalisasi.
ü Mudah menguasai bahasa baru.
Ditandai dengan kesenangannya pada kegiatan: membaca, menulis, membuat karangan, menyusun kata mutiara, puisi.

3. Kecerdasan musikal
ü Kepekaan terhadap suara non-verbal yang berada diseklilingnya, termasuk nada irama.
ü Lebih mudah mengingat dan mengekspresikan gagasan bila dikaitkan dengan musik.
Ditandai dengan senang mendengarkan nada, irama indah, yang dilagukan sendiri maupun dari kaset, radio, pertunjukan orkestra atau alat musik.

4. Kecerdasan visul spasial
 Kecerdasan untuk memahami lebih secara mendalam mengenai hubunganü antara objekdan ruang.
 Mampu menciptakan imajinasi bentuk dalam pikiran.ü
 Mampu menciptakan bentuk-bentuktiga dimensi.ü
 Mampu membayangkan suatu bentuk nyata dan memecahkan masalahü terkait dengan bidang tersebut.
Biasanya ditandai dengan keunggulan dalam permainan mencari jejak.

5. Kecerdasan kinestetik
 Kemampuan untuk aktif menggunakan bagian atau seluruh tubuh untukü berkomunikasi dan memecahkan masalah.
Dijumpai pada orang yang unggul dalam bidang olah raga, terampil dalam menari, akrobat atau permainan sulap.

6. Kecerdasan interpersonal
 Kemampuan untuk peka terhadap perasaan orang lain.ü
 Mudah memahami dan berinteraksi dengan orang lain, sehingga mudahü bersosialisasi (sering juga disebut kecerdasan sosial).
 Kemampuan memimpin, mengorganisasi, menangani perselisihan,ü memperoleh simpati.

7. Kecerdasan intrapersonal
 Kemampuan untuk peka terhadap perasaan sendiri.ü
 Mampu memahami kekuatan dan kelemahan dirinya.ü
Ditandai dengan: senang intreospeksi diri, mengoreksi kesalahan, mencoba memperbaiki diri. Beberapa diantaranya suka kesunyian, menyendiri, merenung dan berdialog dengan diri sendiri.

8. Kecerdasan naturalis
 Kemampuan untuk peka dengan lingkungan alamü
Ditandai dengan: senang berada dilingkungan alam yang terbuka, misal pantai, gunung, hutan. Senang mengobservasi lingkungan alam, seperti aneka bebatuan, lapisan tanah, flora-fauna, benda angkasa dsbnya.

Tes Bakat
• Termasuk kedalam jenis tes kemampuan (ability test)
• Berupa test yang mengukur kemapuan khusus maupun tes yang mengukur banyak kemampuan.
• Tes bakat mengukur suatu sampel tingkah laku yang dapat dipakai sebagai indikator untuk perilaku lain dikemudian hari.
• Mengavaluasi luasnya pengalaman yang beragam dalam kehidupan sehari-hari.
• Mengulur pengaruh pengalaman yang tidak disadari dan tidak dikendalikan.
• Validitas tes bakat terletak pada kemampuan tes tersebut untuk meramalakan performace (tampilan) seseorang pada waktu yang akan datang (predeictive validity).
• Jadi fungsi tes bakat adalah untuk meramalkan performance seseorang di kemudian hari.
• Yang diukur adalah pengalaman dan efek belajar.

Tes Kemampuan Selain tes Bakat
• Tes kemampuan umum (general ability test)
• Tes prestasi/hasil belajar (achievement test)
• Contoh tes yang mengukur kemampuan umum: Raven Progressive Matrices
• Tesdiri dari tes non verbal: untuk mengukur kemampuan memahami dan melihat hubungan antar gambar.
• Sebagian besar mengukur G Faktor.

Tes yang Sejenis dengan Raven Progressive Matrices (RPM)
o Spm (Standard Progressive Matrices) : untuk usia 6 – 66 tahun, terdiri dari 60 soal.
o CPM (Coloured Progressive Matrices): untuk usia 5 – 11 tahun, MR, Lansia. Terdiri 36 soal.
o APM (Advanced Progressive Matrices): untuk usia diatas 11 tahun. Terdiri 36 soal.
o Hasilnya berupa pengelompokan tingkat IQ.

Tes Bakat dapat berupa:
Test Special Aptitude: terfokus pada satu bakat saja. Misal mengukur bakat dibidang teknik mekanik, bakat pekerjaan tertentu (klerikal) dsb.
Bateries test: Terdiri dari sejumlah tes, dapat diperoleh analisis profil untuk seseorang individu (intra individu).
Contoh Tes Bakat yang Mengukur Bakat Secara lebih Spesifik:
1. IST (Intelligence Struktur Test)
2. DAT (Differential Aptitude Test)
3. FACT (Flanagen Aptitude Test)
4. GATB (General Aptitude Test Batery)

IST (Intelligence Struktur Test)
* Rudolf Amthauer:
IQ: suatu struktur tersendiri di dalam keseluruhan struktur kepribadian seseorang. Terdiri dari kemampuan jiwa yang berfungsi sedemikian rupa untuk memberi kemampuan bertindak bagimanusia. Sulit dipisahkan dari aspek psikologis yang lain, seperti: motivasi, emosi.

* IST terdiri dari 9 sub test:
1. SE (Satzerganzng) --- Melengkapi kalimat
2. WA (Wortausuahl)--- mencari kata yang berbeda
3. AN (Analogien) --- mencari hubungan kata
4. GE (Gmeinsamkeiten) --- mencari kata yang mencakup dua pengertian
5. RA (Rechen Aufgaben) --- Hitungan sederhana
6. ZR (Zahlen Reihen) --- deret angka
7. FA (Form Ausuahl) --- Menyusun bentuk
8. WU (Wurfal Aufgaben) --- Kubus
9. ME (Merk Aufgaben) --- Mengingat kata

* Untuk Skoring
o Telah disediakan kunci jawaban.
o Untuk subtes GE ada kunci jawaban tersendiri dengan penilaian 0 ,1, 2.
o RW --- SW, dari jumlah benar --- norma.
o Norma --- IQ
o Norma IST didasarkan pada USIA dan TARAF PENDIDIKAN.

 ISTØ
 IQ sebagai strukturü
 Terdapat indeks korelasi yang tinggi ntara subtes dengan hasilü keseluruhan (r = 0,6)
 Terdapat indeks korelasi rendah antar setiap subtes (r = 0,25)ü
 Lebih mendekati pandangan Thurstone tentang IQ (S Faktor)ü
 IST termasuk power testü

* Aspek-aspek yang terukur pada setiap subtes IST
1. SE:
 Berpikir konkrit praktisü
 Berpikir logisü
 Akal sehat (common sense)ü
 Pembentukan keputusanü
 Pemaknaan realitaü
 Berpikir mandiriü
2. WA
 Rasa bahasaü
 Berpikir verbalü
 Pengertian bahasaü
 Kemampuan empati (menghayati)ü
 Komponen reseptifü
3. AN
 Daya mengkombinasikanü
 Fleksibilitas/kelincahanberfikirü
 Menstransfer hubunganü
 Kejelasan dan kensekwen dalam berpikir.ü
 Analisa yang bersifat dugaanü
 Suatu perkiraan yang paling berarti bagi pengembangan studi ilmiahü
4. GE
 Daya abstraksi verbalü
 Pembentukan konsep (Pengertian)ü
 Berfikir logis dalam bentuk bahasaü
5. RA
 Berpikir praktis dalam masalah hitunganü
 Berpikir logis objektifü
 Berfikir matematis.ü
 Mengambil keputusanü
6. ZR
 Berpikir teoritis dalam berhitungü
 Berfikir induktif angkaü
 Kelincahan berpikirü
 Kelincahan berpikirü
 Mengenali komponen ritmisü
7. FA
 Kemampuan membayangkanü
 Kemampuan mengamatiü
 Berpikir secara utuh menyeluruh.ü
 Mengenali komponen konstruktifü
8. WU
 Daya bayang ruangü
 Menganli konstruktif teknisü
 Berpikir analitis.ü
9. ME
 Atensiü
 Memori Mengingat kata yang telah dipelajariü

* Dari 4 subtest awal IST diperoleh:
o Kecerdasan teoritis (grafik berbentuk M): WA dan GE lebih tinggi
Kemampuan berfikir abstrak-teoritis dan menyatakan dalam bentuk bahasa. Misal: filsuf
o Kecerdasan praktis (Grafik berbentuk W): SE dan AN lebih tinggi
Kemampuan menentukan hubungan dalam suatu masalah secara praktis. Misal: Ir. Teknik Mesin

* Langkah-langkah skoring IST
o Cocokkkan jawaban testee dengan kunci jawaban IST
o Hitung jawaban yang benar (RW)
o Jumlahkan ke bawah.
o Lihat norma untuk mendapatkan skor SW
o Lihat norma jumlah
o Lihat norma IQ

* Angka IST untuk penjurusan
 IPA : lihat skor RA, ZR,FA, WU harus lebih tinggi dibandingkanü yang lain.
 IPS : Lihat skor SE, WA, GE, ME harus lebih tinggi dibandingkanü yang lain
 Untuk melanjutkan pendidikan setelah SMA, sebaiknya skor AN cukupü baik (rata-rata).
 Diprediksi berhasil menjalani pebdidikan di jenjang D3 dengan baikü jika IQ minimal pada rentang rata-rata (96 - 105).
 Diprediksi berhasil menjalani pendidikan di jenjang SI dengan baikü jika IQ minimal pada rentang rata-rata atas (106 - 110).
 Namun demikian tetap harus mempertimbangkan aspek-aspek psikologisü yang lain, seperti motivasi, minat, kegigihan dalam mengatasi hambatan, keinginan untuk belajar dsb.

* Kesesuaian beberapa jurusan di PT berdasarkan skor IST yang penting untuk mendapatkan skor cukup tinggi
 Fak. Hukum: SE, AN, GE, MEü
 SISIP: SE, AN, GEü
 Ekonomi: SE, AN,RA, ZRü
 Sastra: WA, AN, GE, MEü
 Fikom: SE, WA, AN, MEü
 Psikologi: SE, WA, AN, GE, MEü
 Kedokteran: SE, AN, GE, FA, WUü
 Pertanian: AN, GE, FA, WUü
 Peternakan: AN, FA, WUü
 Seni rupa: AN, ZR, FA, WUü
 Teknik: SE, AN, GE, RA, ZR, FA, WUü
 MIPA: AN, GE, RA, ZR, FA, WUü

DAT (Differential Aptitude Test)
Disusun Oleh:
George K. Bennet
Harold G. Wesman
Dibut Untuk: Mendapatkan prosedur ilmiah dalam menilai murid-murid sekolah laki-laki dan perempuan, secara terintegrasi dan terstandar.
Terdiri atas 7 tes, yaitu:
Verbal reasioning
Numerical ability
Abstrack rasioning
Space relation
Mechanical reasioning
Clerical speed dan accuracy
Language usage-part 1: spelingg, part 2: sentences.
Cara pelaksanaan tes DAT:
Dapat diberikan secra keseluruhan atau satu-persatu tes secara terpisah
Dapat digunakan untuk pemilihan pekerjaan.
Sat ini tes DAT sudah diadaptasi dalam bahasa Indonesia, tetapi hanya 5 saja.
Tes yang telah diadaptasi:
Numerical ability menjadi Tes berhitung (A5)
Abstrack Reasioning menjadi Tes penalaran (A3)
Space Relation menjadi Tes Pola (B3/C5)
Mechanical Reasioning menjadi tes pengertian mekanik (C4)
Clerical speed and accuracy menjadi Tes Cepat Teliti (D4)
Tes Hitung
Terdiri dari 40 soal dengan lembar jawab yang terpisah
Mengukur aspek: kemampuan berfikir dengan angka, penguasaan hubungan numerik. Misalnya berupa penjumlahan sederhana.
Disebut: arithmetic compution bukan arithmatic reasioning
Cara penyajian:
Secara berkelompok atau individual
Waktu: 30 menit. 5 – 10 menit untuk instruksi
Tujuan untuk prediksi dalam bidang pendidikan (misal: matematika, fisika, kimia, teknik) dan pekerjaan (misal: ass. Labor, statistika, administrasi)
Untuk jurusan sosial dan bahasa harus diberikan dengan tes verbal.
Ters berhitung + tes verbal = general learning ability
Tes berhitung + abstract reasioning + verbal reasioning = IQ umum
Skoring B = 1, S = 0
Tes Penalaran
Soal : 50
Aspek yang diukur: Kemampuan penalaran non verbal yaitu meliputi kemampuan individu untuk memahami hubungan logis dari figur-figur abstrak.
Abstract Reasioning + Verbal Reasioning + Numerical Ability = General IQ
Cara penyajian:
Dilakukan secara individual atau kelompok
Waktu: 25 menit, untuk instruksi 5 – 10 menit
Tujuan: melakukan seleksi/evaluasi dibidang pendidikan ataupun pekerjaan
Skoring: B = 1. S = 0
Tes Pola
Terdiri dari 40 soal
Aspek yang diukur: kemampuan mengenal hal; konkrit (tiga dimensi) melalui proses penglihatan.
Testee perlu melakukian imajinasi (memanipulasi secara mental)/
Cara Penyajian:
Bisa individual atau kelompok
Waktu: 30 menit, instruksi 5 – 10 menit.
Tujuan: mengetahui kemampuan seseorang mengenal bentuk 3 dimensi.
Misal untuk bidang desain, arsitektur, seni, dekorasidll.
Sekoring: Benar – Salah
Bentuk lain dari tes Pola
Tes ruang Bidang (C5)
Jumlah soal 60
Secara umum tes ruang bidang mengukur aspek yang sama dengan tes pola
Tes Pengertian Mekanik
Jumlah soal 68
Merupakan bentuk baru dari tes mechanical comprhensive yang dibuat oleh Binnett.
Waktu: 30 menit.
Tujuan: Mengukur kemampuan khusus dalam bidang mekanik untuk memilih pekerjaan atau pendidikan.
Contoh: Perakit mesin maintenance mesin
Skoring: B = 1, S = 0, Skor tertinggi 68
Rumus pemberian skor kasar: R – ½ w yaitu jumlah benar dikurangi seperdua jumlah salah
Tes Cepat dan Teliti
Jumlah soal 100 dibagi menjadi 2 bagian
Aspek yang diukur: respon subjek terhadap tugas/pekerjaan yang berkaitan dengan kecepatan persepsi dari suatu stimulus yang sifatnya sederhana.
Kecepatan respon terhadap kombinasi hurup dan angka.
Ingatan yang sifatnya jangka pendek (Momentary retention)
Cara Penyajian:
Waktu: 3 menit untuk masing-masing bagian
Tujuan: untuk konseling sekolah
Misal: ada siswa dengan skor tes cepat dan teliti yang rendah, kemungkinan ia ada kesulitan dalam kecepatan dan presisi.
Untuk seleksi karyawan yaitu untuk meramalkan produktivitas seseorang dalam mengerjakan tugas rutin yang melibatkan persepsi dan pemberian tanda.
Misal: filing, coding, stock room work.
Skoring: bagian 1 tidak diskor (untuk latihan saja).
Bagian II diskor: skor total adalah jumlah soal yang dikerjakan dengan benar.
Hasil peneltian
Skor tinggi pada tes cepat teliti dibutuhkan untuk pekerjaan seperti business administration, tapi tidak perlu skor untuk salesmen.
Ada korelasi yang signifikan antara skor tes dengan prestasi kerja karyawan dibagian rajut dan finishing perusahaan pembuat rambut palsu.
GATB (GENERAL APTITUDE TEST BATTERY)
Disusun oleh: Charles E. Odell
Tujuan untuk konseling pekerjaan
Terdiri dari 22 tes yang mengukur 9 jenis bakat.
Aptitude yang diukur
Aptitude G: Intelligence
Merupakan kemampuan belajar secara umum yaitu kemampuan menangkap dan mengerti konsep prinsip, penalaran dan pembuatan keputusan. Memiliki hubungan kuat dengan keberhasilan di sekolah.
Aptitude V: Verbal (Subtes 4: Vocab)
Merupakan kemampuan untuk mengerti arti dari beberapa kata dan penggunaan kata secara efektif, Kemampuan mengerti bahas secara komprehensif, dan mengerti hubungan antar kata dan mengerti arti keseluruhan paragraf.
Aptitude N: Numerical (Subtes 2: Computation dan sub tes 6: arithmatic reason)
Kemampuan melakukan operasi angka secara cepat dan tepat.
Aptitude S: Spatial (Subtes 3: dimentional space)
Kemapuan untuk berpikir secara visual pada bentuk geometris, kemampuan untuk menangkap objek tiga dimensi dan kemampuan mengingat hubungan yang dihasilkan dari gerakan suatu objek dalam ruang.
Aptitude P: Form Perception
Diukur dengan subtes 5: tool maching dan sub tes 7 form matching
Mengukur kemampuan untuk melihat bagian dari benda, gambar dan grafik.
Kemampuan melihat perbandingan dan pembedaan secara visual, melihat perbedaan yang nyata pada bentuk atau bayangan dari suatu figur dan panjang lebar suatu grafis.
Aptitude Q: Clerical Perseption
Diukur dengan subtes 1 name comparation
Mengukur kemapuan untuk mengungkapkan objek klerikal (angka dan huruf)
Kemampuan persepsi terhadap komputasi secara sepintas.
Aptitude K: Motor kordination
Diukur dengan subtes 8 (Mark Making). Mengukur kemampuan mengordinasikan gerakan otot mata, tangan dan jari dengan terampil dan teliti dalam gerakan yang cepat dan tepat.
Aptitude F: Finger Dexterity
Diukur degan subtes 11 (Assemble) dan subtes 12 (Dissemble). Mengukur kemampuan gerakan jari-jemari, memanipulasi objek kecil secara terapil dan teliti.
Aptitude M: Manual Dexterity
Diukur dengan sub tes 9 (Plan) dan subtes 10 (Turn). Mengukur kemampuan menggerakkan tangan dengan mudah dan terampil, dan mengukur kemampuan bekerja dengan tangan dalam menempatkan dan memindahkan
FACT (FLANAGAN APTITUDE CLASSIFICATION TEST)
Disusun oleh: J.C. Flanagan, Professor Psikologi di Universitas Pittsburgh
Dikembangkan untuk mendapatkan suatu sistem klasifikasi baku dalam penentuan bakat dan kemampuan dasar seseorang dalam tugas tertentu.
Digunakan sebagai:
Alat bantu memprediksi keberhasilan kerja
Membuat perencanaan program pelatihan
Untuk konseling pekerjaan
Seleksi dan penempatan karyawan
Terdiri dari 14 tes:
Dapat digunakan keseluruhan atau sebagiannya saja:
Inspection
Coding
Memory
Precision
Assembly
Scale
Coordination
Judgement
Comprehension
Arithmtic
Pattern
Component
Tables
Mechanics
Espression
Telah diadaptasi di Indonesia menjadi 8 tes
Tes kode dan ingatan (D2)
Tes merakit objek (C1)
Tes skala dan grafik (C8)
Tes pemahaman (A1)
Tes mengutip (B4)
Tes komponen (C2)
Tes table (D3)
Tes ungkapan (A6)
MINAT
Beberapa Jenis Tes Minat
Kuder Preference Record Vocatioanal (Tes Kuder)
Rothwell Miller Interest Blank (RMIB)
Skala Minat Terhadap Berbagai profesi
Tes Kuder
Tujuan: Sebagai upaya pendekatan sistematik terhadap kesukaan/minat seseorang terhadap suatu jabatan/pekerjaan.
Kegunaan: untuk seleksi pegawai, untuk penempatan pegawai, untuk pemilihan karir, untuk konseling.
Area Minat yang diukur:
Outdoor: pekerjaan diluar ruangan.
Mechanical: berkaitan dengan mesin dan alat-alat
Computational: berkaitan dengan angka
Scientific: berkaitan dengan penelitian ilmiah, penemuan fakta dan pemecahan masalah.
Persuasive: pekerjaan yang berhubungan dengan banyak orang, mengajukan usulan, membujuk.
Artistik: pekerjaan yang menggunakan kreativitas, seni, desain, dan lain-lain.
Literary: pekerjaan yang berkaitan dengan membaca dan menulis.
Musical: pekerjaan yang berkaitan dengan musik, lagu.
Social Service: pekerjaan yang memberikan pelayanan menolong orang lain.
Clerical: pekerjaan dikator yang membutuhkan ketepatan dan ketelitian.
Administrasi tes kuder
Waktu tidak dibatasi, namun biasanya teste dapat menyelesaikannya dalam waktu 30 – 40 menit.
Setelah diberik buku soal dan lembar jawab, testee diminta untuk membaca sendiri soal tersebut (Self administration).
Testee harus mengerjakan semua soal dengan teliti dan tidak ada yang terlewat.
RMIB
Disusun oleh Rothwell dan Miller
Mengukur 12 kategori pekerjaan
Tujuan: mengukur minat seseorang berdasarkan sikap seseorang terhadap suatu pekerjaan dan ide-ide steriotipe tentang pekerjaan tersebut.
Areaminat yang diukur sama dengan kuder (lihat penjelasan di kuder) hanya ditambah pada bidang: Practical: berhubungan dengan keterampilan praktis/pertukangan dan medical: berhubungan dengan pengobatan, perawatan medis, biologis.
Administrasi tes:
Material tes: Blanko/formulir yang berisi daftar pekerjaan yang disusun menjadi 9 kelompok dengan kode A sampai I dan dibedakan antara laki-laki dan perempuan.
Masing-masing kelompok terdiri dari 12 jenis pekerjaan.
Testee mengisi formulir dengan cara memberi ranking 1 : untuk pekerjaan yang paling disukai dan ranking 12 untuk pekerjaan yang paling tidak disukai
Waktu tidak dibatasi tapi biasanya teste bisa mengerjakan dalam waktu 20 menit.
Tidak boleh ada yang terlewat untuk diisi
Skala Minat Terhadap Berbagai Jenis Profesi
Mengidentifikasikan kecenderungan minat seseorang terhadap profesi yang ada di dunia kerja.
Modifikasi dari instrumen Self Directed Search dari J.L Holland Ph.D
Menurut Holland: Minat pada suatu pekerjaan: berlandaskan pada kesesuaian antara karakteristik kepribadian dengan kesempatan yang diberikan oleh lingkungan (person environment interaction)
Pengelompokan karakteristik kepribadian dan lingkungan:
Realistic: mengandalkan fisik, minim komunikasi verbal, pekerjaan yang menggunakan alat dan kekuatan fisik.
Investigative: orientasi keilmuan, peneliti, tugas-tugas mencari fakta, instropektif.
Artistic: Situasi yang tidak terstruktur, lebih bebas dan memberi kesempatan untuk berkreasi, seni, bersifat intuitif.
Social: Mudah bergaul, kemampuan, alim. Menyukai kegiatan melayani, menyembuhkan, merawat, memecahkan masalah.
Enterpreuneur: relasi dengan orang untuk mendapatkan keuntungan, bisnis, pengusaha.
Conventional: menyukai lingkungan yang tertib, teratur, pekerjaan yang runtut, berhubungan dengan data/angka.
Dosen Pembimbing: Yuli Widiningsih, S.Psi.Psi.
Read More --►

Tentang Rusli Zainal


BAB 1
PENDAHULUAN
I.1 LATAR BELAKANG MASALAH
Manusia adalah makhluk social yang tidak dapat hidup sendiri. Dalam hidup, manusia selalau berinteraksi dengan sesame serta dengan lingkungan. Manusia hidup berkelompok baik dalam kelompok besar maupun dalam kelompok kecil.
Tidak hanya lingkungan yang perlu dikelola dengan baik, kehidupan social manusiapun perlu dikelola dengan baik. Untuk itulah dibutuhkan sumber daya manusia yang berkualitas. Sumber daya yang berjiwa pemimpin, paling tidak untuk memimpin dirinya sendiri.Rusli, itulah yang saya tahu sebutan untuk Bapak Gubernur Riau yang memiliki banyak ide cemerlang dan seorang visioner. Seorang pemimpin yang baik dan dihormati adalah dambaan setiap individu sehingga memberi dampak yang besar dan dapat dinikmati oleh orang banyak.
Demikianlah yang ada pada sosok Rusli Zainal dan sering desebut sebagai sang visioner.Mengapa sosok ini dikenal sebagai seorang yang visioner? Hal ini dapat kita lihat dari gaya kepemimpinannya. Rakyat menilai bahwa Rusli Zaenal memang pantas disebut sebagai orang yang memiliki pengaruh besar di Riau, disamping beliau adalah seorang gubernur.Terbukti, dari yang saya dengar bahwa Bang Rusli tidak segan-segan untuk turun dari mobil dinasnya ketika melihat teman melintas. Kemudian menyapa rekan yang sudah lama tidak ketemu tersebut,Padahal ini tidak mungkin dilakukan oleh seorang pajabat. Apalagi seorang Gubernur. Selain itu Gubri juga murah atau tidak merasa berat untuk menyapa orang meskipun langsung dari dalam mobil. Untuk ini Bang Rusli senantiasa membuka kaca mobilnya,Dari contoh tersebut, terlihat bahwa ia memang seseorang yang tidak memandang jabatan sebagai hal yang harus dipertahankan. Ia mau melayani rakyat dan tidak mau sombong. Pernahkah kita bayangkan bila semua pemimpin kita berpikiran seperti ini? Tentu sangat luar biasa.
Namun demikian, mari sama-sama kita mendukung bapak Rusli Zaenal untuk meneruskan pemerintahan yang baik, bersih dan bertanggung jawab di Riau dan kita dukung Sang Visoner kita.,Adapun Bapak Rusli Zaenal ini memiliki beberapa program dan salah satunya adalah sebagai berikut:Program pengentasan kemiskinan, kebodohan dan pembangunan (K2i) yang diusung oleh Gubri HM Rusli Zainal SE sangat bagus sekali. Hal ini dikarenakan program tersebut sesuai dengan kondisi masyarakat Riau saat ini yang memerlukan polesan tiga progam tersebut.
Oleh karena itu kita menyambut baik program ini agar segera direalisasikan agar permaslahan pelik yang menimpa rakyat Riau segera teratasi. Sejauh ini kita masih melihat adanya masyarakat yang kurang mendapat perhatian. Misalnya dari segi pendidikan. Masih ada anak didik yang belum mendapatkan hak untuk mengenyam pendidikan. Oleh karena itu kembali kita harapkan agar Pak Gubernur tetap komit dengan programnya.Bukan berarti rusli zainal tidak pernah tersandung masalah yang di kenal dengan visioner nya,.seperti di sampaikan Lumbung Informasi Rakyat (Lira) berupaya mengangkat kembali kasus korupsi dana APBD yang diduga melibatkan Gubernur Riau Rusli Zainal. Untuk itu, Lira segera menyampaikan dokumen kasus tersebut kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).Ini akan menjadi kado buat pejabat baru KPK untuk membuktikan bahwa mereka properubahan dan antikorupsi," kata Presiden Lira Jusuf Rizal di Jakarta, kemarin. Dia menambahkan, hasil tindak lanjut penanganan kasus dugaan korupsi Gubernur Riau ini dapat menjadi barometer kinerja pimpinan baru KPK.
Menusut Jusuf, dugaan korupsi Gubernur Riau sudah sejak lama dilaporkan masyarakat. Namun, katanya, Rusli Zainal belum juga tersentuh proses hukum. Berdasarkan investigasi Lira, katanya, diduga kuat sejumlah pejabat ikut membekingi sehingga kasus tersebut tidak pernah terkuak tuntas. Itu pula yang menjadi alasan Lira mencoba mengangkat kembali kasus tersebut dengan segera menyerahkan dokumen lengkap tentang itu ke KPK,Jusuf membeberkan, kasus korupsi yang diduga melibatkan Rusli Zainal itu bernilai sekitar Rp 521 miliar, terkait sejumlah proyek di lingkungan Provinsi Riau. Salah satunya adalah proyek multi years senilai Rp 1,7 triliun yang didanai APBD 2003-2008.
Dengan berjiwa pemimpin manusia akan dapat mengelola diri, kelompok & lingkungan dengan baik. Khususnya dalam penanggulangan masalah yang relatif pelik & sulit. Disinilah dituntut kearifan seorang pemimpin dalam mengambil keputusan agar masalah dapat terselesaikan dengan baik.
I.2 RUMUSAN MASALAH
Dari latar belakang masalah yang penulis uraikan, banyak permasalahan yang penulis dapatkan. Permasalahan tsb antara lain :
Bagaimana hakikat menjadi seorang pemimpin?
Adakah teori – teori untuk menjadi pemimpin yang baik?
Apa & bagaimana menjadi pemimpin yang melayani?
Apa & bagaimana menjadi pemimpin sejati?
I.3 TUJUAN PENULISAN
Adapun tujuan penulisan karya tulis ini adalah
Melatih mahasiswa menyusun paper dalam upaya lebih meningkatkan pengetahuan dan kreatifitas mahasiswa dalam pembuata makalah.
Agar mahasiswa lebih memahami dan mendalami pokok bahasan khususnya tentang kepemimpinan rusli zainal gubernur Riau,yang sebagai mana sebagai gubernur provinsi riau.
Agar mengetahui gaya kepemimpinan rusli zainal kedepan nya mau pun yag telah kita lalui bersama.
Memenuhi tugas mandiri yag di berikan dosen untuk bisa mengikuti mata kuliah yang di ajarkan nya.
I.4 METODE PENULISAN
Dari banyak metode yang penulis ketahui, penulis menggunakan metode kepustakaan. Pada zaman modern ini metode kepustakaan tidak hanya berarti pergi ke perpustakaan tapi dapat pula dilakukan dengan pergi ke warung internet (warnet). Penulis menggunakan metode ini karena jauh lebih praktis, efektif, efisien, serta sangat mudah untuk mencari bahan dan data – data tentang topik ataupun materi yang penulis gunakan untuk karya tulis ini.
I.5 RUANG LINGKUP
Mengingat keterbatasan waktu dan kemampuan yang penulis miliki maka ruang lingkup karya tulis ini terbatas pada pembahasan mengenai kepemimpinan rusli zainal.

.BAB II
PEMBAHASAN

II.1 HAKIKAT KEPEMIMPINAN
Dalam kehidupan sehari – hari, baik di lingkungan keluarga, organisasi, perusahaan sampai dengan pemerintahan sering kita dengar sebutan pemimpin, kepemimpinan serta kekuasaan. Ketiga kata tersebut memang memiliki hubungan yang berkaitan satu dengan lainnya.
Beberapa ahli berpandapat tentang Pemimpin, beberapa diantaranya :
Menurut Drs. H. Malayu S.P. Hasibuan, Pemimpin adalah seseorang dengan wewenang kepemimpinannya mengarahkan bawahannya untuk mengerjakan sebagian dari pekerjaannya dalam mencapai tujuan.
Menurut Robert Tanembaum, Pemimpin adalah mereka yang menggunakan wewenang formal untuk mengorganisasikan, mengarahkan, mengontrol para bawahan yang bertanggung jawab, supaya semua bagian pekerjaan dikoordinasi demi mencapai tujuan perusahaan.
Menurut Prof. Maccoby, Pemimpin pertama-tama harus seorang yang mampu menumbuhkan dan mengembangkan segala yang terbaik dalam diri para bawahannya. Pemimpin yang baik untuk masa kini adalah orang yang religius, dalam artian menerima kepercayaan etnis dan moral dari berbagai agama secara kumulatif, kendatipun ia sendiri mungkin menolak ketentuan gaib dan ide ketuhanan yang berlainan.
Seorang pemimpin boleh berprestasi tinggi untuk dirinya sendiri, tetapi itu tidak memadai apabila ia tidak berhasil menumbuhkan dan mengembangkan segala yang terbaik dalam diri para bawahannya. Dari begitu banyak definisi mengenai pemimpin, dapat penulis simpulkan bahwa : Pemimpin adalah orang yang mendapat amanah serta memiliki sifat, sikap, dan gaya yang baik untuk mengurus atau mengatur orang lain.
Kepemimpinan adalah kemampuan seseorang mempengaruhi dan memotivasi orang lain untuk melakukan sesuatu sesuai tujuan bersama.Kekuasaan adalah kemampuan untuk mempengaruhi orang lain untuk mau melakukan apa yang diinginkan pihak lainnya.Ketiga kata yaitu pemimpin, kepemimpinan serta kekuasaan yang dijelaskan sebelumnya tersebut memiliki keterikatan yang tak dapat dipisahkan. Karena untuk menjadi pemimpin bukan hanya berdasarkan suka satu sama lainnya, tetapi banyak faktor. Pemimpin yang berhasil hendaknya memiliki beberapa kriteria yang tergantung pada sudut pandang atau pendekatan yang digunakan, apakah itu kepribadiannya, keterampilan, bakat, sifat – sifatnya, atau kewenangannya yang dimiliki yang mana nantinya sangat berpengaruh terhadap teori maupun gaya kepemimpinan yang akan diterapkan.
II.2 TEORI KEPEMIMPINAN
Seorang pemimpin harus mengerti tentang teori kepemimpinan agar nantinya mempunyai referensi dalam menjalankan sebuah organisasi. Beberapa teori tentang kepemimpinan antara lain :
Teori Kepemimpinan Sifat ( Trait Theory )
Analisis ilmiah tentang kepemimpinan berangkat dari pemusatan perhatian pemimpin itu sendiri.. Sifat – sifat itu antara lain : sifat fisik, mental, dan kepribadian.
Keith Devis merumuskan 4 sifat umum yang berpengaruh terhadap keberhasilan kepemimpinan organisasi, antara lain :
o Kecerdasan
Berdasarkan hasil penelitian, pemimpin yang mempunyai kecerdasan yang tinggi di atas kecerdasan rata – rata dari pengikutnya akan mempunyai kesempatan berhasil yang lebih tinggi pula. Karena pemimpin pada umumnya memiliki tingkat kecerdasan yang lebih tinggi dibandingkan dengan pengikutnya.
o Kedewasaan dan Keluasan Hubungan Sosial
Umumnya di dalam melakukan interaksi sosial dengan lingkungan internal maupun eksternal, seorang pemimpin yang berhasil mempunyai emosi yang matang dan stabil. Hal ini membuat pemimpin tidak mudah panik dan goyah dalam mempertahankan pendirian yang diyakini kebenarannya.
o Motivasi Diri dan Dorongan Berprestasi
Seorang pemimpin yang berhasil umumnya memiliki motivasi diri yang tinggi serta dorongan untuk berprestasi. Dorongan yang kuat ini kemudian tercermin pada kinerja yang optimal, efektif dan efisien.
o Sikap Hubungan Kemanusiaan
Adanya pengakuan terhadap harga diri dan kehormatan sehingga para pengikutnya mampu berpihak kepadanya
Teori Kepemimpinan Perilaku dan Situasi
Berdasarkan penelitian, perilaku seorang pemimpin yang mendasarkan teori ini memiliki kecendrungan kearah 2 hal.
o Pertama yang disebut dengan Konsiderasi yaitu kecendrungan seorang pemimpin yang menggambarkan hubungan akrab dengan bawahan. Contoh gejala yang ada dalam hal ini seperti : membela bawahan, memberi masukan kepada bawahan dan bersedia berkonsultasi dengan bawahan.
o Kedua disebut Struktur Inisiasi yaitu Kecendrungan seorang pemimpin yang memberikan batasan kepada bawahan. Contoh yang dapat dilihat , bawahan mendapat instruksi dalam pelaksanaan tugas, kapan, bagaimana pekerjaan dilakukan, dan hasil yang akan dicapai.
Jadi, berdasarkan teori ini, seorang pemimpin yang baik adalah bagaimana seorang pemimpin yang memiliki perhatian yang tinggi kepada bawahan dan terhadap hasil yang tinggi pula.
Teori Kewibawaan Pemimpin
Kewibawaan merupakan faktor penting dalam kehidupan kepemimpinan, sebab dengan faktor itu seorang pemimpin akan dapat mempengaruhi perilaku orang lain baik secara perorangan maupun kelompok sehingga orang tersebut bersedia untuk melakukan apa yang dikehendaki oleh pemimpin.
Teori Kepemimpinan Situasi
Seorang pemimpin harus merupakan seorang pendiagnosa yang baik dan harus bersifat fleksibel, sesuai dengan perkembangan dan tingkat kedewasaan bawahan.
Teori Kelompok
Agar tujuan kelompok (organisasi) dapat tercapai, harus ada pertukaran yang positif antara pemimpin dengan pengikutnya.
Selain gaya kepemimpinan di atas masih terdapat gaya lainnya.
Otokratis
Kepemimpinan seperti ini menggunakan metode pendekatan kekuasaan dalam mencapai keputusan dan pengembangan strukturnya. Kekuasaan sangat dominan digunakan. Memusatkan kekuasaan dan pengambilan keputusan bagi dirinya sendiri, dan menata situasi kerja yang rumit bagi pegawai sehingga mau melakukan apa saja yang diperintahkan. Kepemimpinan ini pada umumnya negatif, yang berdasarkan atas ancaman dan hukuman. Meskipun demikian, ada juga beberapa manfaatnya antaranya memungkinkan pengambilan keputusan dengan cepat serta memungkinkan pendayagunaan pegawai yang kurang kompeten.
Partisipasif
Lebih banyak mendesentrelisasikan wewenang yang dimilikinya sehingga keputusan yang diambil tidak bersifat sepihak.
Demokrasi
Ditandai adanya suatu struktur yang pengembangannya menggunakan pendekatan pengambilan keputusan yang kooperatif. Di bawah kepemimpinan pemimpin yang demokrasis cenderung bermoral tinggi dapat bekerjasama, mengutamakan mutu kerja dan dapat mengarahkan diri sendiri.
Kendali Bebas
Pemimpin memberikan kekuasaan penuh terhadap bawahan, struktur organisasi bersifat longgar dan pemimpin bersifat pasif. Yaitu Pemimpin menghindari kuasa dan tanggung – jawab, kemudian menggantungkannya kepada kelompok baik dalam menetapkan tujuan dan menanggulangi masalahnya sendiri.
Dilihat dari orientasi si pemimpin, terdapat dua gaya kepemimpinan yang diterapkan, yaitu gaya konsideral dan struktur, atau dikenal juga sebagai orientasi pegawai dan orientasi tugas..
Directing
Gaya tepat apabila kita dihadapkan dengan tugas yang rumit dan staf kita belum memiliki pengalaman dan motivasi untuk mengerjakan tugas tersebut. Atau apabila anda berada di bawah tekanan waktu penyelesaian. Kita menjelaskan apa yang perlu dan apa yang harus dikerjakan. Dalam situasi demikian, biasanya terjadi over-communicating (penjelasan berlebihan yang dapat menimbulkan kebingungan dan pembuangan waktu). Dalam proses pengambilan keputusan, pemimpin memberikan aturan –aturan dan proses yang detil kepada bawahan. Pelaksanaan di lapangan harus menyesuaikan dengan detil yang sudah dikerjakan.
Coaching
Pemimpin tidak hanya memberikan detil proses dan aturan kepada bawahan tapi juga menjelaskan mengapa sebuah keputusan itu diambil, mendukung proses perkembangannya, dan juga menerima barbagai masukan dari bawahan. Gaya yang tepat apabila staf kita telah lebih termotivasi dan berpengalaman dalam menghadapi suatu tugas. Disini kita perlu memberikan kesempatan kepada mereka untuk mengerti tentang tugasnya, dengan meluangkan waktu membangun hubungan dan komunikasi yang baik dengan mereka.
Supporting
Sebuah gaya dimana pemimpin memfasiliasi dan membantu upaya bawahannya dalam melakukan tugas. Dalam hal ini, pemimpin tidak memberikan arahan secara detail, tetapi tanggung jawab dan proses pengambilan keputusan dibagi bersama dengan bawahan. Gaya ini akan berhasil apabila karyawan telah mengenal teknik – teknik yang dituntut dan telah mengembangkan hubungan yang lebih dekat dengan anda. Dalam hal ini kita perlumeluangkan waktu untuk berbincang – bincang, untuk lebih melibatkan mereka dalam penganbilan keputusan kerja, serta mendengarkan saran – saran mereka mengenai peningkatan kinerja.
Delegating
Sebuah gaya dimana seorang pemimpin mendelegasikan seluruh wewenang dan tanggung jawabnya kepada bawahan. Gaya Delegating akan berjalan baik apabila staf kita sepenuhnya telah paham dan efisien dalm pekerjaan, sehingga kita dapat melepas mereka menjalankan tugas atau pekerjaan itu atas kemampuan dan inisiatifnya sendiri.
Keempat gaya ini tentu saja mempunyai kelemahan dan kelebihan, serta sangat tergantung dari lingkungan di mana seorang pemimpin berada, dan juga kesiapan dari bawahannya. Maka kemudian timbul apa yang disebut sebagai ”situational leadership”. Situational leadership mengindikasikan bagaimana seorang pemimpin harus menyesuaikan keadaan dari orang – orang yang dipimpinnya.
Yang perlu diperhatikan adalah bahwa untuk dapat mengembangkan gaya kepemimpinan situasional ini, seseorang perlu memiliki tiga kemampuan khusus yakni :
Kemampuan analitis (analytical skills) yakni kemampuan untuk menilai tingkat pengalaman dan motivasi bawahan dalam melaksanakan tugas.
Kemampuan untuk fleksibel (flexibility atau adaptability skills) yaitu kemampuan untuk menerapkan gaya kepemimpinan yang paling tepat berdasarkan analisa terhadap situasi.
Kemampuan berkomunikasi (communication skills) yakni kemampuan untuk menjelaskan kepada bawahan tentang perubahan gaya kepemimpinan yang kita terapkan.
Jika saja Riau(indonesia khususnya) memiliki pemimpin yang sangat tangguh tentu akan menjadi luar biasa. Karena jatuh bangun kita tergantung pada pemimpin. Pemimpin memimpin, pengikut mengikuti. Jika pemimpin sudah tidak bisa memimpin dengan baik, cirinya adalah pengikut tidak mau lagi mengikuti. Oleh karena itu kualitas kita tergantung kualitas pemimpin kita. Makin kuat yang memimpin maka makin kuat pula yang dipimpin.
Rahasia utama kepemimpinan adalah kekuatan terbesar seorang pemimpin bukan dari kekuasaanya, bukan kecerdasannya, tapi dari kekuatan pribadinya. Maka jika ingin menjadi pemimpin yang baik jangan pikirkan orang lain, pikirkanlah diri sendiri dulu. Tidak akan bisa mengubah orang lain dengan efektif sebelum merubah diri sendiri. Bangunan akan bagus, kokoh, megah, karena ada pondasinya. Maka sibuk memikirkan membangun umat, membangun masyarakat, merubah dunia akan menjadi omong kosong jika tidak diawali dengan diri sendiri. Merubah orang lain tanpa merubah diri sendiri adalah mimpi mengendalikan orang lain tanpa mengendalikan diri.
II.3 KEPEMIMPINAN YANG MELAYANI
Merenungkan kembali arti makna kepemimpinan, sering diartikan kepemimpinan adalah jabatan formal, yang menuntut untuk mendapat fasilitas dan pelayanan dari konstituen yang seharusnya dilayani. Meskipun banyak di antara pemimpin yang ketika dilantik mengatakan bahwa jabatan adalah sebuah amanah, namun dalam kenyataannya sedikit sekali atau bisa dikatakan hampir tidak ada pemimpin yang sungguh – sungguh menerapkan kepemimpinan dari hati, yaitu kepemimpinan yang melayani.
  1. Karakter Kepemimpinan yang perlu di terapkan
(1).Hati yang melayani
Kepemimpianan yang melayani dimulai dari dalam diri kita. seorang pemimpin yang memiliki hati yang melayani,yaitu tujuan utama seorang pemimpin adalah melayani kepentingan mereka yang dipimpinnya. Orientasinya adalah bukan untuk kepentingan diri pribadi maupun golongan tapi justru kepentingan publik yang dipimpinnya.
Seorang pemimpin memiliki kerinduan untuk membangun dan mengembangkan mereka yang dipimpinnya sehingga tumbuh banyak pemimpin dalam kelomponya. Hal ini sejalan dengan buku yang ditulis oleh John Maxwell berjudul Developing the Leaders Around You. Keberhasilan seorang pemimpin sangat tergantung dari kemampuannya untuk membangun orang – orang di sekitarnya, karena keberhasilan sebuah organisasi sangat tergantung pada potensi sumber daya manusia dalam organisasi tersebut. Jika sebuah organisasi atau masyarakat mempunyai banyak anggota dengan kualitas pemimpin, organisasi atau bangsa tersebut akan berkembang dan menjadi kuat.




B. Metode Kepemimpinan
(2).Kepala Yang Melayani
Seorang pemimpin tidak cukup hanya memiliki hati atau karakter semata, tapi juga harus memiliki serangkaian metode kepemimpinan agar dapat menjadi pemimpin yang efektif. Banyak sekali pemimpin memiliki kualitas sari aspek yang pertama yaitu karakter dan integritas seorang pemimpin, tetapi ketika menjadi pimpinan formal, justru tidak efektif sama sekali karena tidak memiliki metode kepemimpinan yang baik. Contoh adalah para pemimpin yang diperlukan untuk mengelola mereka yang dipimpinnya.
Metode kepemimpinan Ada 3 hal karakter penting yaitu :
v  Kepemimpinan yang efektif dimulai dengan visi yang jelas. Visi ini merupakan sebuah daya atau kekuatan untuk melakukan perubahan, yang mendorong terjadinya proses ledakan kreatifitas yang dahsyat melalui integrasi maupun sinergi berbagai keahlian dari orang – orang yang ada dalam organisasi tersebut.. Seorang pemimpin adalah inspirator perubahan dan visioner yaitu memiliki visi yang jelas kemana organisasinya akan menuju.
v  Seorang pemimpin yang efektif adalah seorang yang responsive. Artinya dia selalu tanggap terhadap setiap persoalan, kebutuhan, harapan, dan impian dari mereka yang dipimpin. Selain itu selalu aktif dan proaktif dalam mencari solusi dari setiap permasalahan ataupun tantangan yang dihadapi.
  Seorang pemimpin yang efektif adalah seorang pelatih atau pendamping bagi orang – orang yang dipimpinnya (performance coach). Artinya dia memiliki kemempuan untuk menginspirasi, mendorong dan memampukan anak buahnya dalam menyusun perencanaan (termasuk rencana kegiatan, target atau sasaran, rencana kebutuhan sumber daya, dsb), melakukan kegiatan sehari – hari seperti monitoring dan pengendalian, serta mengevaluasi kinerja dari anak buahnya.

C. Perilaku Kepemimpinan Yang harus diterapkan oleh Rusli Zainal
(3).Tangan Yang Melayani
Pemimpin yang melayani bukan sekedar memperlihatkan karakter dan integritas, serta memiliki kemampuan metode kepemimpinan, tapi dia harus menunjukkan perilaku maupun kebiasaan seorang pemimpin. Dalam buku Ken Blanchard disebutka perilaku seorang pemimpin, yaitu :
Pemimpin tidak hanya sekedar memuaskan mereka yang dipimpin, tapi sungguh – sungguh memiliki kerinduan senantiasa untuk memuaskan Tuhan. Artinya dia hidup dalam perilaku yang sejalan dengan firman Tuhan. Dia memiliki misi untuk senantiasa memuliakan Tuhan dalam setiap apa yang dipikirkan, dikatakan, dan diperbuatnya.
Pemimpin focus pada hal – hal spiritual dibandingkan dengan sekedar kesuksesan duniawi. Baginya kekayaan dan kemakmuran adalah untuk dapat memberi dan beramal lebih banyak. Apapun yang dilakukan bukan untuk mendapat penghargaan, tapi melayani sesamanya. Dan dia lebih mengutamakan hubungan atau relasi yang penuh kasih dan penghargaan, dibandingkan dengan status dan kekuasaan semata.
Pemimpin sejati senantiasa mau belajar dan bertumbuh dalam berbagai aspek , baik pengetahuan, kesehatan, keuangan, relasi, dsb. Setiap harinya senantiasa menyelaraskan (recalibrating ) dirinya terhadap komitmen untuk melayani Tuhan dan sesame. Melalui solitude (keheningan), prayer (doa), dan scripture (membaca Firman Tuhan ).
Demikian kepemimpinan yang melayani menurut Ken Blanchard yang sangat relevan dengan situasi krisis kepemimpinan yang dialami oleh bangsa Indonesia.

II.4 GAYA KEPEMIMPINAN SEJATI  RUSLI ZAINAL
Kepemimpinan adalah sebuah keputusan dan lebih merupakan hasil dari proses perubahan karakter atau tranformasi internal dalam diri seseorang. Kepemimpinan bukanlah jabatan atau gelar, melainkan sebuah kelahiran dari proses panjang perubahan dalam diri seseorang. Ketika seseorang menemukan visi dan misi hidupnya, ketika terjadi kedamaian dalam diri (inner peace) dan membentuk bangunan karakter yang kokoh, ketika setiap ucapan dan tindakannya mulai memberikan pengaruh kepada lingkungannya, dan ketika keberadaannya mendorong perubahan Riau dalam organisasinya, pada saat itulah seseorang lahir menjadi pemimpin sejati. Jadi pemimpin bukan sekedar gelar atau jabatan yang diberikan dari luar melainkan sesuatu yang tumbuh dan berkembang dari dalam diri seseorang. Kepemimpinan lahir dari proses internal (leadership from the inside out ).
Sering kali seorang pemimpin sejati tidak diketahui keberadaannya oleh mereka yang dipimpinnya. Bahkan ketika misi atau tugas terselesaikan, maka seluruh anggota tim akan mengatakan bahwa merekalah yang melakukannya sendiri. Pemimpin sejati adalah seorang pemberi semangat (encourager), motivator, inspirator, dam maximizer.
Kita ambil contoh kepemimpinan tokoh dunia,kerendahan hati dan kepemimpinan sejati dapat kita cermati kisah hidup Nelson Mandela. Seorang pemimpin besar Afrika Selatan, yang membawa bangsanya dari negara yang rasialis menjadi negara yang demokratis dan merdeka.Selama penderitaan 27 tahun penjara pemerintah Apartheid, justru melahirkan perubahan dalam diri Beliau. Sehingga Beliau menjadi manusia yang rendah hati dan mau memaafkan mereka yang telah membuatnya menderita selama bertahun – tahun. Seperti yang dikatakan oleh penulis buku terkenal, Kenneth Blanchard, bahwa kepemimpinan dimulai dari dalam hati dan keluar untuk melayani mereka yang dipimpinnya. Perubahan karakter adalah segala – galanya bagi seorang pemimpin sejati. Tanpa perubahan dari dalam, tanpa kedamaian diri, tanpa kerendahan hati, tanpa adanya integritas yang kokoh, daya tahan menghadapi kesulitan dan tantangan, dan visi serta misi yang jelas, seseorang tidak akan pernah menjadi pemimpin sejati.

BAB III
PENUTUP
III.1 KESIMPULAN
Kata pemimpin, kepemimpinan serta kekuasaan memiliki keterikatan yang tak dapat dipisahkan. Karena untuk menjadi pemimpin bukan hanya berdasarkan suka satu sama lainnya, tetapi banyak faktor. Pemimpin yang berhasil hendaknya memiliki beberapa kriteria yang tergantung pada sudut pandang atau pendekatan yang digunakan, apakah itu kepribadiannya, keterampilan, bakat, sifat – sifatnya, atau kewenangannya yang dimiliki yang mana nantinya sangat berpengaruh terhadap teori maupun gaya kepemimpinan yang akan diterapkan.
Rahasia utama kepemimpinan adalah kekuatan terbesar seorang pemimpin bukan dari kekuasaanya, bukan kecerdasannya, tapi dari kekuatan pribadinya. Seorang pemimpin sejati selalu bekerja keras memperbaiki dirinya sebelum sibuk memperbaiki orang lain.
Pemimpin bukan sekedar gelar atau jabatan yang diberikan dari luar melainkan sesuatu yang tumbuh dan berkembang dari dalam diri seseorang.
III.2 SARAN
Sangat diperlukan sekali jiwa kepemimpinan pada setiap pribadi manusia. Jiwa kepemimpinan itu perlu selalu dipupuk dan dikembangkan. Paling tidak untuk memimpin diri sendiri.
Jika saja Riau(Indonesia khususnya). memiliki pemimpin yang sangat tangguh tentu akan menjadi luar biasa. Karena jatuh bangun kita tergantung pada pemimpin. Pemimpin memimpin, pengikut mengikuti. Jika pemimpin sudah tidak bisa memimpin dengan baik, cirinya adalah pengikut tidak mau lagi mengikuti. Oleh karena itu kualitas kita tergantung kualitas pemimpin kita. Makin kuat yang memimpin maka makin kuat pula yang dipimpin. Mudah-itu senua ada dalam diri rusli zainal.
DAFTAR PUSTAKA
Gary A. Yukl. (1998) Kepemimpinan Dalam Organisasi. Edisi Bahasa Indonesia. PT. Prenhalindo, Jakarta.
Abe, Alexander. 2001. Perencanaan Daerah: Memperkuat Prakarsa Rakyat dalam Otonomi Daerah. Riau: Lapera Pustaka Utama.
http://www.formatnews.com/?act=view&newsid=46242&cat=129
Read More --►